Kisah Sukses Steve Christian Menjadi Bos Media Digital

dreamcoid/indolinear.com
Minggu, 14 Oktober 2018

Indolinear.com, Jakarta – Bermula dari penolakan, Steve Christian membangun bisnis digital beberapa tahun silam. Pengalaman pahit itu menguatkan tekad CEO KapanLagi Youniverse itu untuk membangun lapangan kerja yang besar.

“ Saya mulai berusaha sendiri karena sebuah penolakan,” kata Steve saat mengisi materi dalam Youth On Top National Conference (YOTNC) di Balai Kartini, Jakarta, dilansir dari Dream.co.id (12/10/2018).

Kala itu, Steve baru lulus SMA. Dia hendak menggantikan sang teman di sebuah toko. “ Dia suruh datang hari Senin, ternyata saat Senin datang, bosnya bilang untuk kasir sudah ada dari Jumat,” kata Steve.

Siapapun pasti kecewa, saat saangat membutuhkan pekerjaan malah mendapat penolakan. Itu pula yang dirasakan Steve. “ Makanya sedih sekali saat ditolak,” tutur dia.

Tekad membangun bisnis itu terwujud setelah lulus sebagai programmer IT. Steve membangun perusahaan yang bergerak di bidang digital media karena terinspirasi kemampuannya dalam bidang komputer.

“ Dulu saya sudah kerja di perusahaan, tetapi melihat dunia bisnis digital akan besar, kuenya akan besar karena tahu the next big thing adalah internet, saya mulai buat KapanLagi,” kata Steve.

Jatuh Bangun

KapanLagi dibuat pada 2003. Modal awal Rp 300 jutaan. Tapi sayang, dua tahun kemudian media digital itu mengalami masa sulit. Dia hanya punya waktu tiga bulan untuk bertahan.

“Saya sampaikan kepada seluruh staf ‘kita hanya memiliki waktu 3 bulan, kalau enggak survive kita harus cari kerjaan baru’,” tutur dia.

Tiga bulan bukan waktu lama untuk menyelamatkan perusahaan. Namun dengan segala upaya waktu yang ada dia gunakan untuk terus bertahan dan berusaha. Akhirnya, setelah memberitahukan kepada seluruh staf, KapanLagi bangkit kembali dan bertahan kuat hingga kini.

“Titik nadir KapanLagi saat saya memanggil semua staf tiga bulan kami akan tutup,” kata dia.

Kondisi menghimpit tak hanya sekali datang. Kesulitan kembali mampir ke perusahaan Steve pada 2011. “Waktu itu kami ada 180 tim, gara-gara ada sebuah perubahan peraturan pemerintah, dalam semalam kami hampir hancur,” katanya.

Steve memberi opsi kepada para staf, bertahan atau mencari tempat kerja baru. Perusahaan hanya punya waktu 18 bulan untuk bertahan. “Dua puluh orang memilih untuk tetap jalan dengan KapanLagi dan bertahan sampai saat ini,” ujar dia.

Jangan Menyerah

Saat ini Steve melalui KapanLagi Youniverse memiliki sekitar 900 karyawan dengan 11 platform media digital, termasuk Liputan6.com, Merdeka.com, dan lain-lain. Total pembaca media digital kelompok mereka mencapai angka 120 juta pengunjung tiap bulannya.

Kepada anak-anak muda yang hadir di acara tersebut, Steve mengatakan, semakin banyak memiliki pengalaman, kesalahan yang dibuat pun akan makin minim.

“Kalau di awal karier sering banyak salahnya, jadi bangun terus intuisi dengan pengalaman-pengalaman. Intuisi itu bukan ngarang tetapi berdasarkan experience, ini jadi sebuah sense,” kata dia.

Menurut Steve, kalaupun seseorang salah langkah dalam bisnis, pengalaman membuat recovery dari kesalahan menjadi lebih cepat. “Yang penting jangan menyerah,” pesan Steve. (Uli)

%d blogger menyukai ini: