Kisah Pilu Ilmuwan Pencipta Detektor Gelombang Gravitasi

Kamis, 18 Februari 2016

Indolinear.com – Kamis kemarin adalah hari bersejarah bagi Fisikawan di seluruh dunia, kerena ilmuwan LIGO (Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory) mengumumkan gelombang gravitasi pertama yang berhasil terdeteksi oleh manusia. Namun, salah satu sosok penting di balik penemuan ini justru tidak bisa ikut bersuka cita.

Dia adalah Profesor Ronald Drever, ahli Fisika eksperimental yang mengembangkan beberapa bagian penting dari detektor gelombang gravitasi LIGO. Tanpa kontribusi pria berumur 85 tahun itu, gelombang gravitasi tidak akan bisa terdeteksi.

Tetapi, di saat-saat ‘kemenangan’ ini, Profesor Drever tengah mengalami kepikunan. Alhasil, dia tidak bisa ikut gembira atas keberhasilan buah kerja kerasnya. Dia hanya bisa melihat pengumuman penemuan gelombang gravitasi lewat televisi di panti jompo di Edinburgh, Skotlandia.

“Ini sangat menyedihkan. Dia (Profesor Drever) menciptakan beberapa fitur penting LIGO,” ujar ahli astronomi Martin Ress.

Profesor Drever juga menjadi satu di antara 4 ilmuwan yang mempelopori pengembangan LIGO di awal tahun 1980 an untuk menemuykan gelombang gravitasi yang ramalkan oleh Albert Einstein tahun 1916.

Apabila Profesor Drever bisa ingat kembali, dia tentu akan sangat gembira sebab berkat alat ciptaannya, kini ilmuwan punya bukti bila kejadian penciptaan alam semesta ‘Big Bang’ benar-benar terjadi. Ya, gelombang gravitasi iktu membuktikan kebenaran teori Big Bang, karena salah satu hasil ledakan Big Bang adalah terciptanya gelombang gravitasi. (uli)

 

Sumber: Merdeka.com

loading...