Kisah Pendiri Ultra Milk, Membangun Bisnis Dari Usaha Rumahan

FOTO: detik.com/indolinear.com
Selasa, 9 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Siapa yang nggak tahu susu Ultra Milk? Susu kemasan ini sangat mudah ditemui, dari supermarket sampai ke warung-warung kecil. Ultra Milk sendiri diproduksi oleh PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

Keberadaan perusahaan tersebut tak lepas dari nama keluarga Prawirawidjaja. Ultrajaya didirikan oleh Ahmad Prawirawidjaja. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1958 ini mulanya hanya industri rumahan. Industri rumahan ini memproduksi susu dengan pengolahan yang sederhana.

Perusahaan pun berkembang dan menjadi perseroan terbatas pada pertengahan tahun 1970-an. Produksi susu pun juga telah menggunakan teknologi pengolahan secara Ultra High Temperature (UHT) dan teknologi pengemasan dengan kemasan karton aseptik (Aseptic Packaging Material).

Pada tahun 1975, mereka memproduksi minuman susu cair UHT secara komersil dengan merek dagang Ultra Milk. Kemudian pada 1978, minuman sari buah UHT Buavita diproduksi dan Teh Kotak pada tahun 1981. Hingga Desember 2019, perusahaan ini sudah memproduksi lebih dari 60 macam produk minuman UHT.

Ultra Jaya saat ini dipimpin Sabana Prawirawidjaja yang menjabat sebagai Presiden Direktur (Presdir). Sabana adalah anak tertua Ahmad Prawirawidjaja yang menjabat sejak tahun 1971 atau sudah 50 tahun, dilansir dari Detik.com (07/11/2021).

Pria kelahiran tahun 1940 ini pertama kali menjabat sebagai bos besar Ultrajaya saat berusia 31 tahun. Pengangkatan terakhir Sabana menjadi Presdir didasarkan pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 27 Juni 2019. Jika dihitung, sudah 5 dasawarsa, Sabana Prawirawidjaja memimpin Ultrajaya.

Sabana juga menjabat Komisaris di PT Kraft Ultrajaya Indonesia sejak 1994 dan Direktur Utama PT Ultra Sumatera Dairy Farm sejak 2018.

Kerier Sabana terbilang sukses membangun perusahaan milik keluarganya itu. Di bawah kepemimpinannya, Ultrajaya tetap bertahan meski berada di tengah pandemi COVID-19. Forbes pun mencatat, Sabana dan keluarga berada di posisi 34 dengan kekayaan bersih US$ 885 juta.

Selain Sabana Prawirawidjaja, nama lain yang juga cukup dikenal adalah Samudera Prawirawidjaja. Pria lulusan Southern California College, Amerika ini merupakan anak dari Sabana Prawirawidjaja.

Samudera sudah menduduki jabatan Direktur perusahaan ULTJ sejak tahun 1989. Saat ini, dia juga menjabat sebagai Direktur PT Kraft Ultrajaya Indonesia, PT Campina Ice Cream Industry, dan PT Ito En Ultrajaya Wholesale.

Selain Sabana dan Samudera, nama Supiandi Prawirawidjaja juga cukup dikenal publik. Ia adalah adik Sabana yang menjadi salah seorang pendiri perseroan.

Pria kelahiran 1944 ini pernah menjabat Wakil Direktur Perseroan (1971-1980) dan diangkat sebagai Presiden Komisaris Ultrajaya sejak 1980 atau saat usianya 36 tahun. Ia menempuh pendidikan di bidang Business Administration, Nan Yang University, Singapore dan lulus tahun 1967.

Saudara lain yang masuk dalam perusahaan Ultrajaya adalah Suhendra Prawirawidjaja. Pria kelahiran 1968 ini sudah menjabat Komisaris Ultrajaya sejak 2019. (Uli)