Kisah Pelajar Di Bekasi Totalitas Membantu Polisi Sekat Pemudik

FOTO: detik.com/indolinear.com
Jumat, 14 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Pemerintah melakukan pelarangan mudik Lebaran. Sejumlah instansi ikut dilibatkan demi keberhasilan kebijakan yang diyakini mampu mencegah penularan COVID-19 tersebut.

Pos penyekatan kendaraan pemudik pun dibangun di banyak tempat. Lalu, beberapa petugas dari kepolisian, TNI, PMI, Dinas Perhubungan, hingga pelajar juga saling bersatu padu di pos penyekatan yang ada.

Di pos penyekatan Sumber Arta, Bekasi, sejumlah pelajar SMA turut membantu petugas. Satu di antaranya bernama Alfi (16), pelajar kelas XI di SMK Bina Industri.

Alfi mengaku berasal dari kwartir pramuka Saka Bakti Husada. Dia mendaftarkan diri secara sukarela berkegiatan di pos penyekatan pemudik di Kota Bekasi.

“(Sudah) 4 hari. Iya berturut-turut. Tapi itu beda sif. Kalau sif I itu dari jam 7 sampai jam 1 siang. Nah dilanjut sif II sampai jam 7 malam. 6 jam lah,” ujar Alfi, dilansir dari Detik.com (13/05/2021).

Saat ditemui detikcom di pos penyekatan Sumber Arta, Bekasi, Alfi tampak dalam keadaan tidak sehat. Dia pun mengaku tengah mengalami demam.

“Demam. Dari pagi tapi sekarang baru kerasa demamnya baru naik. Dari Dinas Kesehatan disarankan untuk makan minum obat. Ini lagi jaga shift kedua, dari jam 1 sampai jam 7 malam,” ucap dia.

Alfi mengatakan mulai merasakan sakit sejak pukul 15.00 WIB sore tadi. Dia pun membatalkan puasanya lantaran harus meminum obat.

“Jam 3 sore sudah mulai kerasa sakitnya,” kata Alfi.

Menurut Alfi, cuaca panas siang tadi jadi faktor yang memperburuk kondisi fisiknya. “Mungkin karena panas kecapekan karena jalan ke tempat pospamnya cukup jauh. Pegel-pegel. Karena kita juga berdiri ngecek ada yang kecelakaan atau tidak, kita bantu-bantu harus standby,” tutur dia.

Meski begitu, Alfi mengaku tak menyesali keputusannya ikut bergabung dan bertugas di pos penyekatan pemudik di Kota Bekasi. Dia justru merasa senang lantaran mendapat pengalaman baru.

“Karena sebelumnya kita ditanggung jawabkan atau diberi pertanyaan apakah ikut atau tidak. Minat sendiri. Nggak (menyesal), tetap semangat. Dapat pengalaman juga,” jelas Alfi.

Kendaraan Non-pelat B Bakal Diputar Balik Jika Lalin di Sumber Arta Padat

Kendaraan selain pelat b yang melintas di Pos Sumber Arta, Bekasi, Jawa Barat, akan langsung diputar balik tanpa dicek. Tindakan ini terpaksa dilakukan bila lalu lintas di Sumber Arta padat.

“Kalau kita di sini nggak pake nanya-nanya lagi, kalau udah padet, putar balik. Pokoknya ada ini (kepadatan), putar balik. Nggak pakai tanya-tanya lagi. Langsung putar balik,” ujar Kapolsek Bekasi Kota Kompol Armayni saat ditemui di pos penyekatan Sumber Arta, Bekasi, Selasa (11/5/2021).

Namun Armayni memastikan kendaraan yang diputar balik di tengah kepadatan lalin akibat penyekatan itu akan tetap tepat sasaran. Sebab, hanya kendaraan-kendaraan yang terindikasi mudik saja yang bakal diputar balikkan petugas.

“Ada indikasi (mudik), putar balik. Nggak ada cerita. Kan (dilihat) dari pelat kendaraannya, nomornya, segala macam. Kita lihat, bukan pelat Jakarta, bukan nomor Bekasi juga, kita putar balik,” ucapnya.

Namun begitu, apabila kepadatan lalin saat proses penyekatan terus terjadi dan bahkan mengular, petugas akan membiarkan kendaraan lewat. Itu pun apabila kepadatan telah mencapai wilayah Jakarta Timur yang berbatasan dengan Kota Bekasi.

“Tapi kalau udah crowded, kalau Jakarta Timur udah nelpon kita, ‘di situ lepasin’. Yauda kita lepas. Karena kan kalau panjangnya udah sampai ke Jakarta Timur, mengganggu lalu lintas. Mau nggak mau kita lepas,” kata Armayni.

Dia mengakui petugas yang berada di pos penyekatan cukup kewalahan menghalau pemudik. Sebab, anggota yang berjaga pun minim.

“Ya kalau dibilang kewalahan ya kewalahan ya. Tapi mau gimana lagi. Karena memang kita kalau untuk jumlah anggota kan memang kurang ya. Jadi ya kita upayakan aja sebisa kita untuk melakukan penyekatan-penyekatan ini. Semaksimal mungkin kita lakukan,” tutur dia. (Uli)