Kisah Nyi Roro Kidul, Ratu Penguasa Laut Selatan

FOTO: kumparan.com/indolinear.com
Selasa, 21 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Nyi Roro Kidul merupakan salah satu cerita rakyat yang melegenda khususnya masyarakat Jawa. Ia dianggap sebagai ratu yang menjadi penguasa Laut Selatan.

Kehadiran Nyi Roro Kidul sudah sejak dulu jadi teka-teki. Terkait asal-usul, misalnya. Ada banyak versi soal darimana Nyi Roro Kidul berasal.

Yang paling santer adalah tentang Nyi Roro Kidul sebagai putri keturunan raja Kediri, . Versi lain meyakini Nyi Roro Kidul sebagai keturunan Raja Airlangga dari Kahuripan. Belakangan, Nyi Roro Kidul juga disebut sebagai putri dari Raja Pajajaran.

Mari kita simak cerita Nyi Roro Kidul dari perspektif Kerajaan Pajajaran yang dilansir dari Kumparan.com (20/12/2021).

Kerajaan Pajajaran dan Putri

Mengutip laman Dongeng Cerita Rakyat, pada zaman dahulu, tepatnya di daerah Jawa Barat. Terdapat sebuah Kerajaan bernama Pakuan Pajajaran.

Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang sangat bijaksana dan arif yaitu Raja Prabu Siliwangi. Di bawah , rakyat sangat bahagia dan menghormati sang raja karena kepemimpinannya membuat hidup para rakyat sejahtera.

Prabu Siliwangi mempunyai cukup banyak anak dari istri dan para selirnya, salah satunya bernama Putri . Ia adalah seorang gadis yang sangat cantik jelita, baik hati dan memiliki sifat yang sama seperti ayahnya.

Meski demikian, Prabu Siliwangi sangat menyayangi Putri . Seiring bertambahnya usia, Putri  pun memiliki paras yang cantik.

Karena Putri  merupakan anak tunggal maka ialah sang calon pewaris tahta raja Prabu Siliwangi kelak.

Mendengar keinginan Prabu Siliwangi untuk menjadikan Putri sebagai penerus tahta, para selir dan anak-anaknya tidak setuju.

Mereka tidak rela jika Putri  yang akan menjadi Ratu kelak.

Kutukan Penyihir Jahat pada Putri

Suatu hari, para selir dan anak-anaknya berkumpul untuk merencanakan siasat jahat untuk menyingkirkan Putri  dan ibunya keluar dari istana.

Untuk melancarkan rencananya mereka meminta bantuan kepada seorang penyihir sakti yang tinggal di sebuah desa terpencil  yang memiliki berbagai macam ilmu hitam.

Singkat cerita, penyihir suruhan selir dan anak-anak Prabu Siliwangi tersebut memberikan kutukan a Putri  agar tidak menjadi pewaris tahta sang raja.

Dengan ilmu hitam ia  Putri  dan Ibunya agar menderita penyakit kusta.

Putri  dan sang permaisuri mengidap penyakit kusta yang tak kunjung sembuh.

Prabu Siliwangi yang merasa heran melihat penyakit aneh pada kedua orang kesayangannya itu langsung memanggil tabib istana untuk melakukan pengobatan. Tetapi setelah dicoba dengan berbagai macam ramuan, sang tabib istana tetap tidak dapat menyembuhkan mereka.

Penyakit Putri  dan ibundanya pun bertambah parah. Putri  dapat bertahan menghadapi penyakit yang dideritanya. Namun, Sang ibunda tidak dapat bertahan hingga akhirnya   terakhir.

Putri  dan raja sangat terpukul dengan meninggalnya permaisuri. Sang Prabu juga sangat sedih melihat kondisi Putri  yang tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhannya apalagi ia yang nantinya akan meneruskan tahta kerajaan.

Pada suatu hari, para selir dan anak-anaknya datang menemui Raja untuk menghasut agar Putri  di usir. Awalnya, Raja menolak. Namun, karena takut penyakitnya menular dengan terpaksa Prabu Siliwangi menyetujui usulan tersebut.

Tanpa sepengetahuan raja, Putri  yang mendengar pembicaraan tersebut sangat kecewa dan memutuskan melarikan diri dari istana.

Dalam suasana hati yang sedih, bingung, dan tidak menentu Putri  berjalan keluar dari istana tanpa tujuan yang pasti.

Selama berhari-hari ia berjalan tanpa arah hingga akhirnya tiba di pesisir pantai selatan Pulau Jawa yang memiliki banyak batu karang dan ombak besar.

Diri ke Laut

Di salah satu batu karang itu dia kemudian beristirahat hingga akhirnya tertidur karena kelelahan. Dalam tidurnya, Putri  bermimpi dan mendengar bisikan gaib yang menyuruhnya  diri ke laut demi kesembuhan penyakitnya.

Putri  pun terbangun dari tidurnya. Ia lalu merenung  kata-kata gaib tersebut karena ragu apakah suara itu merupakan sebuah  atau hanya orang iseng yang membisikinya saat ia tertidur.

Tetapi setelah melihat keadaan sekitar dan tidak ada siapa-sapa, Putri  meyakini bahwa suara tersebut adalah sebuah .

Meyakini bahwa suara itu sebuah , Putri  segera melakukan yang diperintahkan. Ajaibnya! Ketika menyentuh air, seluruh tubuh Putri  yang dihinggapi borok berangsur-angsur hilang dan menjadi mulus kembali.

Kesembuhan Putri  tidak membuatnya kembali ke istana. Dia lebih memilih untuk menetap di pantai selatan dan berbaur dengan penduduk sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Putri Cantik Penguasa Laut Selatan

Sejak tinggal di pantai tersebut, Putri  pun sangat terkenal akan kecantikannya yang dimiliki. Banyak pangeran dari berbagai kerajaan yang ingin mempersunting dirinya.

Hanya saja dari sekian banyak pangeran yang datang Putri  sama sekali tidak tertarik. Sebagian mereka bahkan mundur karena syarat yang sangat sulit. Salah satunya adalah dengan mengadu  di atas gelombang pantai di laut.

Ternyata, dari sekian banyak lelaki yang beradu kesaktian, tak seorang pun mampu mengalahkan Putri .

Mereka akhirnya menjadi pengikut setia yang selalu mengawal Sang Putri ke mana pun dia pergi. Sejak itulah, Putri  dikenal sebagai Ratu Penguasa Laut Selatan Pulau Jawa yaitu Nyai Roro Kidul. (Uli)