Kisah Nyata Pengasuh Kesurupan, Menenari Ronggeng Sambil Mainkan Bayi Majikan

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Jumat, 11 Desember 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Bagi ibu yang punya anak banyak, tentu sangat repot jika mengurusnya sendirian. Apalagi jika sang suami kerja d luar kota dan pulangnya seminggu atau sebulan sekali.

Karena itu banyak ibu-ibu seperti ini yang merekrut pengasuh untuk menemani sekaligus menjaga anak-anak mereka.

Seorang ibu muda bernama Sely Sulfi membagikan kisah horor seorang pengasuh bayi yang dia rekrut melalui pembantu rumah tangga ibunya.

Pengasuh itu namanya Bi Ani, sementara pembantu yang merekrutnya bernama Bi Eli. Kata Sely, keduanya berasal dari desa yang sama.

” Waktu itu saya butuh pengasuh bayi karena karena kakaknya si kembar masih kecil (mereka cuma beda 11 bulan).

” Jadi karena keteteran merawat 3 bayi, saya terpaksa rekrut pengasuh bayi yang bisa menginap di rumah,” kata Sulfi mengawali kisahnya, dilansir¬† dari Dream.co.id (10/12/2020).

Sekadar info, suami Sely hanya pulang seminggu sekali karena dinas di luar kota. Meski tinggal di rumah orangtua, tapi mereka tak bisa membantu Sely karena faktor usia.

Jadi, di rumah orangtua Sely itu ada pembantu namanya Bi Eli. Wanita inilah yang mencarikan pengasuh bayi buat ketiga anak Sely.

Menurut Sely, pengasuh anak-anaknya itu namanya Bi Ani. Dia satu desa dengan Bi Eli, hanya rumahnya berjauhan.

Bi Eli dapat Bi Ani juga dari seorang teman. Jadi meski satu desa, mereka tidak kenal satu sama lain.

Waktu pertama bertemu Bi Ani, Sely sebenarnya sudah memiliki perasaan tidak enak. Wanita ini sering terlihat bengong dan pandangan matanya kosong. Namun Sely mengabaikan perasaannya itu.

Sely pun membagi tempat tidurnya. Dia tidur dengan anak pertamanya yang masih minum ASI dan salah satu dari bayi kembarnya yang bungsu.

Sementara Bi Ani dia minta tidur dengan bayi kembarnya yang besar. Mereka semua tidur dalam satu kamar, hanya beda kasur.

Oh ya, Bi Eli sebelumnya minta izin tidak masuk selama 4 hari. Saat Bi Eli absen ini, Bi Ani baru mulai bekerja di rumah orangtua Sely.

Namun entah kenapa, setiap Maghrib tiba, bayi kembar Sely tiba-tiba rewel. Bi Ani pun berusaha menenangkan dengan menggendongnya.

Tapi bayi kembar Sely malah tambah keras menangisnya. Seolah-olah anak Sely tidak nyaman berada di gendongan Bi Ani.

Di hari keempat Bi Eli masuk kerja lagi. Saat itulah Sely baru tahu cerita yang sebenarnya tentang Bi Ani. Cerita Bi Eli membuat bulu kuduk Sely merinding.

” Bun saya benar-benar minta maaf yaa.. Sebenarnya Bi Ani itu bermasalah. Saya baru dapat info dari tetangga saya. Ternyata dia sering kesurupan,” kata Sely menirukan ucapan Bi Eli.

Tentu saja Sely terkejut mendengar kata-kata Bi Eli. Menurut Bi Eli, sebelum bekerja di Sely, Bi Ani pernah jadi pengasuh di rumah seorang dokter.

” Dia pernah kerja di desa sebelah, jadi pengasuh anak dokter. Orangtua anak ini sibuk jadi anaknya sering ditinggal berdua dengan Bi Ani,” ujar Bi Eli ke Sely.

Sely penasaran dengan nasib anak dokter tersebut. Dia juga mulai mengerti kenapa punya firasat tidak enak dengan Bi Ani.

Kata Bi Eli, saat mengasuh anak dokter tersebut, Bi Ani tiba-tiba kesurupan. Dia joget-joget ala ronggeng.

” Balita yang diasuhnya dimain-mainkan seperti golek (boneka). Karena balitanya nangis ketakutan, Bi Ani malah memukulinya,” kata Bi Eli.

Sely pun merasa merinding mendengar cerita Bi Eli. ” Kenapa dia bisa sering kesurupan gitu?” tanya Sely ke Bi Eli.

Menurut Bi Eli, ayahnya Bi Ani itu dalang di kampung pelosok desa. Dalang di pelosok desa itu banyak melakukan ritual mistis.

” Jadi dia (ayah Bi Ani) sering bertapa di gunung demi kesuksesan kariernya. Tapi karena ilmunya gak kesampean (gak kuat) akhirnya imbasnya ke diri sendiri dan anak-anaknya,” jelas Bi Eli.

Mendengar penjelasan tentang ayah Bi Ani, Sely semakin merinding dan ketakutan. Dia pun berniat untuk segera memberhentikan Bi Ani dari pekerjaannya.

Tapi ketika Sely memanggil Bi Ani untuk bicara, tiba-tiba saja pengasuh bayinya itu seperti gemetaran. Saat ditanya Sely, Bi Ani bilang sedang tidak enak badan.

” Ya udah Bi, sekarang istirahat aja di kamar. Kalo bibi mau izin pulang dulu juga gak papa kok,” kata Sely dengan sedikit ketakutan.

Saat berjalan ke kamar, Bi Ani seperti bicara sendiri dan kejangnya makin menjadi. Bi Eli dengan sigap menuntunnya masuk kamar.

Begitu masuk kamar, tingkah Bi Ani makin aneh. Dia tiba-tiba membuka bajunya. Karena risih, Bi Eli keluar dari kamar.

Ditunggu beberapa menit, Bi Ani belum keluar dari kamar. Karena curiga, Bi Eli mengintip ke dalam lewat lubang pintu.

Betapa kagetnya Bi Eli. Ternyata Bi Ani sedang menari seperti ronggeng dalam keadaan tanpa busana sama sekali.

” Ayah kemudian memanggil seorang ustaz untuk meruqyah Bi Ani. Setelah diberi pakaian, Bi Ani diruqyah. Saat diruqyah, Bi Ani menjerit-jerit kesakitan,” kata Sely.

Suasana cukup mencekam. Ustaz bilang bahwa ada jin jahat yang bersemayam di dalam tubuh Bi Ani. Jin ini selalu mengikuti Bi Ani ke mana pun pergi.

Selesai diruqyah, Bi Ani diantar pulang oleh Bi Eli menggunakan angkot. Ternyata di dalam angkot Bi Ani kesurupan lagi hingga Bi Eli malu dibuatnya.

Sely pun langsung memberhentikan Bi Ani hari itu juga. Dia tetap bersyukur anak-anaknya tidak mengalami hal-hal menakutkan selama diasuh Bi Ani.

Tidak hanya kepada dirinya, Sely juga berpesan kepada ibu-ibu di luar sana agar lebih hati-hati jika ingin merekrut pengasuh bayi. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: