Kisah Nyata Di Balik Tempelan ‘Baby on Board’ Di Mobil

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 17 Oktober 2019

Indolinear.com, Jakarta – Tempelan atau stiker Baby on Board dipasang di kaca mobil di seluruh dunia. Namun, apakah Anda tahu asal-usul di baliknya?

Konon, tanda berwarna kuning itu ditujukan bagi para petugas gawat darurat. Untuk memberitahukan bahwa ada bayi di dalam mobil, jika kecelakaan lalu lintas sampai terjadi.

Seperti dikutip dari Liputan6.com (15/10/2019), dikisahkan pada suatu ketika ada kecelakaan parah terjadi. Seorang perempuan ditarik dari dalam mobil dalam kondisi tak sadarkan diri.

Baru beberapa lama kemudian, aparat menemukan tubuh bayi di bawah kursi depan. Jadi, seseorang kemudian mendapat ide untuk membuat tanda khusus untuk memperingatkan petugas untuk mencari keberadaan bayi pada saat kecelakaan terjadi.

Namun, cerita tersebut ternyata hanya legenda kontemporer (urban legend). Bukan kisah nyata.

Ini yang sesungguhnya terjadi:

Pada 1984, Michael Lerner, seorang investor real estate dari Massachusetts, Amerika Serikat sedang berkendara. Ada keponakannya yang berusia 18 bulan di dalam mobil.

Kala itu, ia melihat bahwa orang-orang di sekitarnya mengemudikan kendaraan secara sembarangan.

Menyadari ada penumpang kecil dalam mobilnya, ia melambatkan laju kendaraannya. Namun, pengemudi di sekitarnya melaju dengan cepat serta menyalipnya.

Ia pun mempertimbangkan cara untuk memberitahukan pada sesama pengguna jalan bahwa ada bayi di dalam mobilnya.

“Kala itu, untuk kali pertamanya, aku merasakan apa yang dirasakan para orangtua saat berkendara dengan anak-anak mereka,” kata dia.

Ide bisnis pun terlintas di benaknya. Yakni, untuk memasarkan tanda ‘baby on board’ untuk ditempel di mobil. Tujuannya, untuk memperingatkan agar pengendara berhati-hati mendekati mobil yang mengangkut anak kecil.

Lerner pun bertemu dua bersaudara, Patricia dan Helen Bradley — yang memproduksi banyak versi peringatan keselamatan untuk jendela mobil di Eropa. Namun, memasarkan produk itu di Amerika Serikat tak sesukses yang diharapkan.

Michael Lerner melihat ada peluang bisnis dan membuat perjanjian dengan dua bersaudari itu.

Laris Manis

Michael Lerner kemudian memulai perusahaannya, Safety 1st. Menggunakan kontaknya di industri retail, ia mulai melempar produknya ke sejumlah department store besar.

Aksesoris itu ternyata laris manis. Terjual 10 ribu buah pada bulan pertama peluncurannya.

Permintaan terus naik, dan dalam sembilan bulan, perusahaan tersebut telah menjual 500 ribu produk ‘baby on board’.

“Tanda ikonik tersebut kini dipasang dengan bangga di jutaan mobil, menyatukan keluarga dan merayakan sensasi menjadi orangtua sejak 1984,”? demikian yang tertera dalam situs perusahaan.

Juru bicara Kepolisian New South Wales mengonfirmasi bahwa tanda ‘baby on board’ tidak ditujukan untuk petugas penanganan darurat.

“Namun, lebih untuk memperingatkan pengemudi lain.”

Meski demikian, ia berpesan, siapapun yang menggunakan tempelan ‘baby on board’ tak memasangnya di titik yang menganggu pandangan pengemudi. (Uli)

INDOLINEAR.TV