Kisah Musli, Kuli Bangunan Didik Anaknya Sampai Menjadi Prajurit TNI

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 22 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Memiliki anak yang berprofesi sebagai Prajurit TNI merupakan impian sebagian besar orang tua di Tanah Air. Tak sedikit yang merasa pesimis dengan isu bahwa hanya orang kaya saja yang bisa meraih jabatan sebagai abdi negara.

Hal ini ditepis oleh Musli, seorang kuli bangunan yang tak dapat menggapai cita. Namun dia berhasil mendidik anak kembarnya menjadi seorang prajurit TNI AD. Simak informasi lengkapnya berikut ini yang dilansir dari Merdeka.com (20/06/2020).

Profesi Utama Kuli Bangunan

Musli telah bekerja sebagai kuli bangunan sejak tahun 1987. Ini merupakan profesi utama yang digelutinya selama puluhan tahun demi menghidupi ibu mertua, istri, dan ketiga anaknya.

Sedangkan sang istri hingga kini bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah instansi swasta. Hidup sederhana dan apa adanya, menjadi hal biasa yang dilakoni, demi mencukupi kebutuhan.

Keinginan Kuat, Anaknya Jadi Anggota TNI

Pria yang kini berusia 51 tahun tersebut mengaku memiliki cita-cita menjadi seorang Abdi Negara di dalam ikatan anggota TNI. Sayangnya tinggi badan Musli tidak sesuai dengan persyaratan.

Dia mulai mendidik kedua anak kembarnya untuk bisa memenuhi harapan lamanya tersebut. Musli mengungkapkan, setiap hari anaknya ‘digembleng’ sejak kecil, supaya terbiasa dan sanggup lolos seleksi pendaftaran TNI AD.

Gagal Masuk TNI Sampai 5 Kali

Bukan hal mudah bagi Musli untuk bisa menggapai cita dan harapan besarnya demi masa depan ketiga anaknya. Dia tak ingin anak-anaknya memiliki nasib yang sama dengan dirinya, meski hidup dengan keterbatasan ekonomi.

Anak kembar yang kedua, sudah lima kali gagal masuk dalam ikatan Akademi Militer. Sampai salah seorang panitia bertanya pada Musli, jika masih ada semangat pasti bisa lolos di seleksi selanjutnya. Ternyata hal itu benar terjadi.

Sempat Pesimis

Selama mengalami kegagalan yang bertubi-tubi, Musli mengaku sempat pesimis. Apalagi dengan adanya kabar, bahwa masuk ke dunia militer membutuhkan biaya yang besar, bahkan perlu relasi yang kuat.

Musli tak menyangka ternyata anak kembarnya kini berhasil menjadi prajurit TNI AD tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun. Sebuah kebanggaan dan rasa syukur yang teramat besar, akhirnya cita-cita sang ayah terwujud.

Tangis menderu saat Musli diajak menengok anaknya yang tengah menjalankan latihan di markas tentara. Sontan sujud dan ucapan terima kasih disampaikan oleh sang putra. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: