Kisah Mistis Pantai Watu Ulo Jember, Tempat Bertapa Anak Naga

FOTO: okezone.com/indolinear.com
Rabu, 19 Januari 2022

Indolinear.com, Jakarta – Pantai Watu Ulo salah satu destinasi wisata populer di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pemandangan yang menakjubkan mengundang daya tarik wisatawan. Tapi, di balik keindahannya ada kisah mistis yang melegenda.

Dalam cerita rakyat berkembang bahwa Pantai Watu Ulo yang terletak sekitar 40 kilometer arah selatan Kota Jember merupakan tempat bertapanya anak naga. Cerita ini dikaitkan dengan adanya batu di pinggir pantai yang memanjang, bentuknya seperti sisik ular raksasa alias naga.

Dikutip dari Okezone.com (18/01/2022), Watu Ulo berasal dari bahasa Jawa. Watu artinya batu dan Ulo adalah ular. Jadi jika diartikan yaitu Pantai Batu Ular.

Konon dahulu kala ada seorang raja bernama Aji Saka datang ke Tanah Jawa. Lalu ia mengajarkan ilmu pengetahuan dan kesaktian kepada masyarakat yang dipilihnya.

Ketika Aji Saka sedang mengajarkan ilmu-ilmunya kepada masyarakat, seekor ayam tidak sengaja mendengar mantra-mantra yang sedang disebutrkan sang raja tersebut. Ayam itu kebetulan sedang mencari makan di dekat pendoponya.

Akibat mendengar mantra-mantra Aji Saka, ayam itu tetiba bertelur dan ukurannya sangat besar. Kemudian telur itu menetas, keluarlah seekor anak naga. Anehnya anak naga itu bisa berbicara seperti manusia.

Melihat induknya membesarkannya sendirian, anak naga itu bertanya kepada iduknya itu, siapa ayah sebenarnya. Sebab ia adalah seekor naga, sementara lahir keluar dari telur ayam.

Penduduk stempat pun mengarahkan anak naga itu kepada Aji Saka. Ketika naga itu menemui sang raja, Aji Saka mengakui bahwa naga itu terlahir akibat induk ayam mendengar mantra-mantarnya. Meski demikian, Aji Saka tetap tidak mengizinkan sang anak untuk berguru kepadanya.

Hingga suatu hari, Aji Saka memerintahkan naga itu untuk bertapa di pantai selatan. Saat bertapa naga itu sesekali bangun, dan memakan hewan apa saja yang ada di sekitarnya.

Ratusan tahun ia bertapa, hingga akhirnya tubuhnya semakin membesar dan memanjang. Sangking besarnya badan naga itu ada di Jember, kepalanhya di Banyuwangi dan ekornya memanjang hingga ke Jawa Tengah.

Namun lama kelamaan tubuh naga itu dipenuhi lumut, hingga warnanya menyerupai kayu. Sampai suatu hari ada warga yang sedang mencari kayu bakar, ia pun menemukan tumpukkan kayu yang besar.

Akhirnya warga itu memotongnya. Namun anehnya saat dipotong keluar cairan seperti darah, tanpa diketahui cairan itu benar darah milik naga yang sedang bertapa tetsebut.

Namun beruntungnya warga tersebut tidak terkena amuk sang naga. Hingga kini benda panjang menyerupai ular itu masih ada. Sekarang jadi salah satu spot menarik bagi wisatawan di Pantai Watu Ulo. (Uli)