Kisah Miris Para Pejuang Kemerdekaan RI, Hidup Susah Makan dari Belas Kasihan Orang

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 23 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Tak sedikit para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang hidup jauh dari kata layak. Sementara, pada zamannya ia rela berjuang demi membuat Tanah Air menjadi merdeka hingga seperti saat ini.

Diketahui banyak sekali para pejuang kemerdekaan atau juga bisa disebut sebagai veteran, harus melewati masa tuanya tinggal di rumah yang tak layak hingga makan dari belas kasihan orang. Berikut ulasan kisah miris para pejuang kemerdekaan RI, dilansir dari Merdeka.com (21/08/2020).

Dilupakan

Berjuang dalam membela negara demi meraih kemerdekaan yang hingga kini kita rasakan, Kakek Kinan (96) adalah salah seorang pejuang yang terlupakan. Kini, ia harus rela menghabiskan masa tuanya dengan bertumpu pada tongkat dan tinggal di rumah yang tak layak huni seperti dilansir dari Kitabisa.com.

Semakin hari, usianya yang semakin senja membuat kesehatannya menurun pula. Bertumpu pada belas kasihan tetangga sekitar adalah salah satu cara yang bisa dilakukan oleh Kakek Kinan saat ini.

Ada Pejuang Kemerdekaan yang Rumahnya Tertimpa Bencana Longsor

Selain Kakek Kinan, ada juga kisah miris yang dialami oleh Kakek Burhan (105). Ia juga merupakan salah seorang pejuang kemerdekaan RI yang tinggal di Cipandawa.

Diketahui, rumah kakek Burhan sempat tertimpa bencana longsor di tahun 2020 ini. Kondisi rumahnya pun saat ini hancur dan rusak berat.

Kenang Masa Perjuangan

Kakek Burhan merupakan salah seorang veteran yang setiap tanggal 17 Agustus menjadi petugas pembawa bendera di Desa Cileuksa. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk rasa cintanya kepada Tanah Air.

Tak hanya itu, ia sesekali juga mengenang masa-masa perjuangannya kala menjadi seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Tinggal Seorang Diri di Rumah Bedeng

Kisah miris lainnya datang dari Abah Endang yang merupakan salah seorang pejuang Bandung Lautan Api. Diketahui, Abah Endang kini hidup jauh dari kata layak.

Abah Endang kini hidup dan tinggal sendirian di dalam rumah bedeng.

Jual Kayu dan Plastik Guna Memenuhi Kebutuhan

Abah Endah bahkan harus mencari kayu atau pun plastik untuk dijual. Hasil penjualannya yang sangat tidak seberapa itu akan digunakannya untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya untuk makan.

Abah Endang juga kerapkali mengenang masa-masa perjuangannya dulu. Tak heran, air matapun sering terjatuh jelang peringatan Hari Kemerdekaan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: