Kisah Mengejutkan Para Orang Kaya Indonesia Ini Pernah Menjadi Sopir

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 10 Juni 2019

Indolinear.coom, Jakarta – Hidup bagaikan roda berputar, terkadang di atas dan ada kalanya juga di bawah. Seperti kisah orang-orang kaya berikut ini. Sebelum kaya raya seperti sekarang, mereka sempat merasakan pahit getirnya kehidupan.

Para orang kaya ini pernah mengalami sulitnya mencari uang untuk makan, sampai terpaksa melakoni segala profesi seperti sopir. Namun nasib berkata lain, atas usaha dan kerja keras mereka menjelma menjadi orang kaya. Mereka mendirikan beberapa perusahaan sehingga menjadi pengusaha sukses. Siapa saja? Berikut ulasannya dilansir dari Merdeka.com (08/05/2019):

  1. Bahlil Lahadalia

Sebelum sukses seperti sekarang, ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil Lahadalia pernah menjadi orang susah. Terlahir dari keluarga kurang mampu Bahlil sudah membantu ekonomi orang tua sejak SD. Dia terpaksa berjualan kue bikinan sang ibu untuk meringankan beban orangtuanya.

Tak cukup sampai di situ, saat SMP dia sempat menjadi kondektur. Kemudian ketika masa SMEA, Bahlil menjadi sopir angkot secara part time.

“Jadi memang sejak SD itu kalau saya mau sekolah, harus cari duit,” ungkap Bahlil beberapa waktu lalu.

Tapi siapa sangka, Bahlil yang dulu sopir angkot kini menjadi pengusaha sukses kaya raya. Dia mendirikan PT Rifa Capital yang kini memiliki holding dari 10 perusahaan antara lain PT Ganda Nusantara (shipping), PT Pandu Selaras (pertambangan emas), PT MAP Surveilance (pertambangan nikel).

Saat ini banyak jenis usaha yang telah digarap Bahlil, mulai dari sektor perkebunan, properti, transportasi, pertambangan, dan konstruksi. Pada Februari 2015 lalu, Musyawarah nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ke-XV menetapkan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum HIPMI periode 2015-2018.

  1. Ahmad Sahroni

Pengusaha Ahmad Sahroni juga pernah menjadi sopir pribadi di masa mudanya. Profesi itu dijalankan demi mencari nafkah untuk keluarga. Dari profesi itu Sahroni belajar banyak belajar dari bosnya. Saat bosnya berkoordinasi dengan kantor, dia selalu mendengar dan menjadikannya sebagai ilmu.

Seiring berjalannya waktu, nasib baik berpihak kepadanya. Dia diberikan kepercayaan menjadi karyawan di perusahaan atasannya. Dalam rentan waktu 2,5 tahun, Sahroni diangkat jadi General Manager.

“Tahun ke-3 saya jadi direktur di situ saya berproses dalam usaha dan tidak serta merta berjalan mulus, penuh lika-liku,” katanya beberapa waktu lalu.

Sahroni diketahui pernah memiliki perusahaan kapal tongkang dan kini masih aktif berinvestasi dalam bidang properti. Mobil-mobil mewah pun kini bisa dikoleksi Roni. Tapi tak hanya koleksi, mobil mewah tersebut juga dimanfaatkan Roni untuk berinvestasi dengan cara diperjual-belikan.

  1. Prajogo Pangestu

Pendiri Barito Pasific Group, Prajogo Pangestu sempat masuk dalam daftar orang terkaya versi majalah Forbes. Prajogo salah satu pengusaha sukses Indonesia. Kesuksesannya ini tak lepas dari kisah pilu di masa lalu.

Prajogo dulu sempat mengalami hidup miskin. Dia bahkan berhenti sekolah lantaran tak punya biaya. Prajogo kemudian merantau ke Jakarta. Namun di Jakarta malah tak mendapat pekerjaan. Akhirnya dia pulang kampung halamannya di Sambas, Kalimantan Barat. Akhirnya Prajogo bekerja sebagai sopir angkot jurusan Singkawang Pontianak.

Namun sekarang beberapa perusahaan dia dirikan seperti, PT Barito Pasific Lumber, Bank Andromeda dan Pabrik Chandra Asri. Pada tahun 2019, total kekayaannya mencapai USD 4,4 miliar atau sekitar 63 triliun (kurs saat ini). (Uli)