Kisah Mahasiswi Indonesia Rayakan Idul Fitri Di Jerman

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 25 Mei 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jerman – Mahasiswi asal Indonesia yang saat ini masih berada di Jerman, membagikan kisahnya merayakan Hari Raya Idul Fitri di sana.

Falasifah Ajizah, mahasiswi Program Studi (Prodi) Business Administration mengaku sudah empat kali merayakan lebaran di Jerman.

Namun, ia mengaku lebaran kali ini jauh lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, hal itu lantaran pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk mengurangi interaksi secara langsung.

Sementara itu, Ajizah juga mengaku ada begitu banyak hal yang ia rindukan dari suasana Lebaran di Indonesia.

Ajizah mengungkapkan, dirinya merindukan gema suara takbir di Hari Raya.

“Wah banyak sih (yang dirindukan) kayak adzan, takbir, itu gak ada di sini karena kan memang gak boleh,” ungkap Ajizah.

Tak hanya itu, rupanya Ajizah juga merindukan suasana takbir keliling di Indonesia.

Ia mengaku dirinya sering mengikuti takbir keliling saat masih berada di kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.

“Biasanya aku di Kebumen ikut takbir keliling di Alun-Alun tapi di sini gak ada,” ucapnya.

Menurut Ajizah, ia jua tidak merasakan suasana Lebaran di Jerman yang seperti biasanya.

Bahkan, tahun ini ia mengaku seolah tidak sedang berlebaran.

“Kalau di KBRI ada ketupat gitu sih, cuman karena aku nggak di Berlin, aku di Wismar, deketan Hamburg, jadi gak kerasa Lebaran, tahun ini aja sih,” kata Ajizah.

Sementara itu, dilansir dari Tribunnews.com (24/05/2020), laman resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, KBRI Jerman saat ini memang mengadakan acara perayaan Lebaran bertajuk ‘Berbagi Kebahagiaan di Hari Raya’, yang dikhususkan untuk mahasiswa/mahasiswi Indonesia yang berada di Berlin dan sekitarnya.

Acara tersebut digelar di Ruang Lobi dan Ruang Pelayanan Kekonsuleran KBRI Berlin, pada Minggu (24/5/2020) pukul 10,00 – 12.00 waktu setempat.

Dalam acara tersebut, terdapat pembagian hidangan lebaran dan paket kebutuhan pokok.

Santapan lebaran yang dihidangkan di antaranya yaitu lontong sayur, opor ayam, sambal goreng ati, dan es cendol.

Pihak KBRI pun mengingatkan supaya mahasiswa/mahasiswi yang hendak mengambil makanan tetap memperhatikan social dan physical distancing yang telah ditetapkan pemerintah Jerman selama pandemi Covid-19.

Menurut Ajizah, ia tidak dapat mengikuti acara yang diadakan KBRI Jerman tersebut karena lokasinya terlalu jauh dengan tempat tinggalnya.

“Aku jauh, tiga jam naik kereta ke Berlin, terus aku tinggal deket KJRI Hamburg, cuman karena aku minggu depan ujian, jadi memutuskan untuk tidak ke KJRI.”

“Lebaran di kotaku aja,” kata dia.

Sementara itu, Ajizah menuturkan, ia sangat berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

“Semoga pandemi cepat berakhir karena dampaknya semua negara kena.”

“Aku berharap sih cepat berakhir, semoga semuanya membaik situasinya,” ungkap Ajizah.

Ajizah pun mengaku, setelah tiga tahun lebih tidak pulang ke Indonesia, ia sebenarnya berencana untuk pulang tahun ini.

Namun, melihat kondisi pandemi saat ini, Ajizah hanya bisa menunggu kepastian apakah Agustus 2020 mendatang ia sudah bisa kembali ke tanah air.

“Rencana mau pulang bulan Agustus ini kan, tapi karena ada corona ya lihat situasi kondisi dulu nanti,” ucapnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: