Kisah Maha Sukkar, Polwan Berhijab Dari Victoria Australia

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Sabtu, 19 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Maha Sukkar. Dialah polisi wanita berhijab dari Victoria, Australia. Muslimah dengan pangkat Senior Constable di kepolisian itu terkenal sangat ramah kepada masyarakat.

“ Peran saya di Kepolisian Victoria adalah petugas multikultural. Bekerja dengan komunitas multikultural di sini, membantu warga mengerti tentang tugas polisi,” tutur Maha, sebagaimana dikutip dari Dream.co.id (17/06/2021).

“ Sebagai polisi kami tidak seharusnya ‘menakutkan’. Itu satu hal, kami tak seharusnya ‘menakutkan’,” tambah dia. Sehari-hari, Maha bertugas di Kepolisian Wilayah Selatan, tepatnya di Dandenong.

Komunitas muslim memang menjadi minoritas di Victoria. Namun Maha tetap merasa nyaman menjalankan tugasnya di Multicultural Liaison Unit itu. Dia tak pernah melepas hijab selama bertugas.

“ Muslim di sini memang minoritas, memakai jilbab di sini mencerminkan keyakinan saya dan komunitas Islam. Dalam komunitas, saya harus meyakinkan komunitas Islam di sini untuk bekerja sama dengan polisi,” ujar dia.

Meski berhijab, Maha tetap leluasa menjalankan tugas sebagai polwan. Kepolisian Victoria sudah mengizinkan polwan berhijab sejak 11 tahun lalu, atau lebih dulu daripada kebijakan di Indonesia.

“ Sebelas tahun lalu saat saya bergabung di Kepolisian Victoria, tak ada polisi yang memakai hijab di Australia. Saat saya bergabung, aturan berubah, mereka mengakomodasi polisi dari semua kalangan, termasuk Islam, sebelas tahun lalu,” ujar dia.

Sebagai negara dengan mayoritas non-muslim, kebijakan ini tentu saja bisa dikatakan progresif. Kepolisian Victoria bahkan mengakomodasi kewajiban salat 5 waktu hingga mendesainkan seragam hijab untuk Maha.

“ Saya salat 5 waktu sehari, saya juga rutin puasa. Kepolisian Victoria sangat mengakomodasi. Mengorganisasi tempat salat saya, membuat jilbab saya, dan mereka juga memberikan saya kesempatan beribadah puasa saat Ramadan, mereka mengizinkan saya untuk tidak bekerja saat pagi dan magrib, mengorganisir buka puasa,” ucap dia.

Namun dia mengakui, semula lingkungan sekitar penasaran dengan sosoknya. Pantas saja, sebab kala itu baru pertama kali ada polisi mengenakan hijab. Banyak yang bertanya-tanya tentang penutup kepala yang dikenakan Maha. Tapi Maha selalu punya cara unik menjelaskanya.

“ Pertama kali orang melihat saya terus memandang seperti ‘Mmmm.. benda apakah kamu? Dan saya mengatakan saya adalah seorang muslimah, saya memakai hijab, dan kadang saya bercanda saya adalah ninja atau smurf. Senyum yang lebar akan meruntuhkan semua halangan dan memulai percakapan,” kata dia.

Dan kini, Maha tak sendirian. Setidaknya ada seorang polwan lagi yang berhijab di Kepolisian Victoria. Bahkan di Kepolisian Victoria, ada perkumpulan komunitas polisi yang muslim. “ Ada 2 polisi berhijab di sini, tapi kami punya Victoria Police Moslem Association, 35 orang anggota,” imbuh Maha. (Uli)