Kisah Jusuf Manggabarani: Pensiunan Jenderal Polri ‘Kebal’ Ditembaki Preman Kampung

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 26 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Banyak nyali menciut saat baku tembak. Tapi tidak dengan pensiunan jenderal bintang tiga Polri ini. Saat masih aktifJusuf Manggabarani memenangi dual adu tembak dengan preman kampung.

Saat itu Jusuf berhasil membereskan ‘pekerjaan rumah’ saat masih berpangkat komisaris besar (Kombes) di Palopo, Sulawesi Selatan.

Usai kejadian berhembus kabar jika Jusuf kebal peluru. Seperti apa ceritanya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini yang dilansir dari Merdeka.com (24/01/2021)

Tak Gentar Menantang Maut

Situasi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan tengah memanas. Kala itu, Jusuf dimutasi lantaran memiliki pengalaman jitu di kawasan konflik. Selain itu, Sulawesi Selatan merupakan tanah kelahirannya hingga ia kurang lebih mengetahui segala tabiat warga setempat.

Salah satu kasus yang masih menjadi tanda tanya besar bagi pihak kepolisian setempat ialah Sukri, preman setempat yang ditakuti banyak orang. Tak ada satu pun polisi yang sanggup memberantas begundal kampung tersebut.

Tak patah arang, Jusuf malah segera tancap gas menuju Mangkutana, menghampiri Sukri dan menantang maut.

Tanggapi Permainan Preman Kampung

Tanpa sepengetahuannya, anak buah Jusuf diam-diam membuntuti. Saat itu, Sukri juga ditemani para loyalisnya. Menantang Sukri, anak buah Jusuf pun merasa was-was dengan tindakan sang pimpinan saat tiba di lapangan.

Dengan santai, ia justru mengabaikan peringatan dari sang anak buah. Ia semakin mantap dan membuka kancing bajunya, siap sebagai sasaran tembak yang empuk.

“Terserah kamu mau tembak bagian mana yang enak-enak,” tantangnya.

“Jangan komandan,” ujar anak buah Jusuf.

“Ah, kau nonton saja,” tegasnya.

Aksi Nekat Diberondong Peluru

Dengan senjata rakitan Pa’Poro yang memiliki jarak tembak maksimum 45 meter, Sukri lantas siap melepaskan timah panas ke arahnya. Setelah semua siap, suasana seketika berubah menjadi hening dan menegangkan.

“Isi pelurumu sebanyak-banyaknya! Pilih yang besar-besar agar mantap nembaknya,” ucapnya menantang.

Terdengar beberapa kali tembakan yang diarahkan kepada Jusuf. Ternyata timah panas itu berguguran di depan Jusuf. Anak buahnya merasa terheran dengan kejadian ajaib di depan mata.

“Pelurunya jatuh tuh. Sekarang giliran saya ya,” kata Jusuf membuat lutut Sukri gemetar.

Jusuf mendekati Sukri, selongsong pelurunya dibuka lalu ia lepaskan. Sukri ambruk dan ia menyuruh anak buahnya untuk membawa sang preman ke rumah sakit.

Dipercaya Memiliki Ilmu Kebal

Sejak saat itu, Jusuf dipercaya memiliki ilmu kebal. Sang atasan juga penasaran dengan kemampuan unik Jusuf.

“Saya dengar kamu ada ilmu tirai?” tanya sang Kapolda saat itu.

“Ah, itu ilmu naksir jarak saja komandan. Kalau mata kurang jelas itu sudah 60 meter. Saya suruh dia berdiri di jarak 60 meter. Saya mundur sedikit, maka aman,” terangnya.

Mendengar hal itu, atasan Jusuf langsung tertawa. Seorang Wakapolda nampak santai saat meladeni preman kampung.

Makin Dipercaya, Karier Moncer

Setelah kejadian itu, karier Jusuf diketahui semakin menanjak. Ia sempat menjadi Dansat Brimob. Tak hanya itu, ia kemudian dipercaya menjadi Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sulsel.

Setelahnya, ia lantas menjabat sebagai Kadiv Propam dan Irwasum. Jusuf sendiri merupakan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1975. Sebelum pensiun, ia menjabat sebagai Wakapolri. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: