Kisah Jenderal Polri SMP, Dipukul Penggaris Oleh Guru Hingga Dikerjai Teman

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 20 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta โ€“ Brigjen Krishna Murti menceritakan kisah dirinya saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ketika itu, Krishna baru pindah dari Jakarta ke Malang.

Karena tidak bisa bahasa Jawa, Krishna sempat dikerjai oleh temannya. Bahkan dia juga sampai dipukul penggaris oleh gurunya.

Lantas bagaimana kisah Krishna saat duduk di bangku SMP di Malang?

Melansir dari Merdeka.com (18/05/2022), simak ulasan informasinya berikut ini.

Cerita Masa Sekolah

Krishna membagikan foto dirinya saat berkunjung ke SMP Negeri 1 Malang. Rupanya, perwira tinggi ini merupakan anak lulusan sekolah tersebut. Tak hanya foto, Krishna juga menceritakan kisah masa sekolahnya di sana.

“1982 – 1985 Saya pernah sekolah di sini,” tulisnya dalam keterangan foto.

“Yang paling saya ingat dari zaman sekolah di sini adalah pelajaran bahasa Jawa. Saya baru pindah dari Jakarta, bu guru namanya Bu Tarto membacakan cerita bahasa Jawa. Dan saya tidak paham sama sekali beliau baca apa: โ€œDESTARATA WUTA MATANEโ€,” sambungnya.

Dipukul Penggaris oleh Guru

Karena tidak bisa Bahasa Jawa, Krishna bertanya ke teman di belakangnya. Sayang, dia justru dipukul penggaris oleh sang guru karena dianggap mengobrol saat pelajaran. Belum berhenti di sana, Krishna kemudian diberi pertanyaan yang juga menggunakan bahasa Jawa.

“Saya tanya teman saya di belakang kursi, itu bu guru omong apa? Plak tiba2 penggaris kayu panjang nimpa kepala saya. Rupanya bu guru mukul kepala saya karena dianggap saya ngobrol saat pelajaran. ‘Kowe, ojo ngomong dewe..!!!’,” jelasnya.

“Terus bu guru lanjutin. ‘Saiki kon jawab iki aku takon. Pandawa cacahe pira..??’ Dari awal sampai akhir saya gak tahu bu guru omong apa. Tapi karena ada kata2 piro, saya mengira2 itu adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban angka,” tambahnya.

Dikerjai Teman

Karena bingung, temannya yang di belakang mencolek punggungnya dan memberikan jawabannya. Alih-alih benar, jawaban tersebut ternyata salah dan Krishna kembali dipukul serta dihukum berdiri di pojok kelas.

“Sambil tolah toleh bingung, teman saya di belakang towal towel punggung saya. Terus dia bilang Satus satus satus.. Karena teman saya saat itu saya anggap orang baik, maka saya menjawab dengan tegas: SATUS..!!!,” paparnya.

“Dan kembali lagi saya dipukul pakai penggaris karena dianggap bercanda. Setelah itu saya dibedirikan di pojok kelas untuk di strap. Dalam hati saya berkata; apa guru ini gak tahu kalau saya gak ngerti blas bahasa jawa..??,” lanjutnya.

“Pelajaran terbesar hari itu adalah: JANGAN PERNAH PERCAYA TEMAN SMP MU. Siapapun dia,” tutupnya.

Banjir Komentar

Cerita masa SMP Jenderal Polri ini sukses mencuri perhatian. Berbagai komentar pun membanjiri unggahan kisah tersebut.

“Biasane nek onok warga pendatang karo koncoยฒ arema slalu d ajari misuh atau umpatan salam keakraban ala ngalam๐Ÿ‘,” tulis akun yanuar_sulistiyono.

“Hahaha.. sekarang temen SMP nya masih berani nggak ndan buat ngerjain lagi?,” tulis akun bram_bramsco.

“Semoga mas Satus nya baca kisah pedih ini ya kang,” tulis akun deweydewe.

“๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ lucu ya pak, kenangan masa lalu,” tulis akun wanningsyiffa.

“Teman SMP Jenderal yang ngasih tahu satus tadi kalau reuni datang nggak ya? ๐Ÿ˜‚,” tulis akun katonsetyawan.

“Sebenarnya temannya bapak ndak salah … Cuma dia lupa aja ..bahwa yg satus itu kurawa ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚,” tulis akun demast_pogogo. (Uli)