Kisah Inspiratif Milenial Pacitan Tekuni Usaha Pertanian, Mendapat Penghargaan Ini

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 15 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Gusti Ayu Ngurah Megawati, milenial pelaku usaha pertanian asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur terpilih menjadi salah satu peraih Golden Ticket pada Young Ambassadors Kementerian Pertanian RI 2022 (YAB). Mega, sapaan akrabnya, berhasil mendapatkan Golden Ticket YAB 2022 bersama 25 peserta lain.

Eksibisi pemilihan wirausahawan milenial digagas oleh Kementerian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pemuda pedesaan melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS).

Olahan Gula Aren

Kesuksesan Mega sebagai wirausahawati subsektor perkebunan yang fokus pada olahan gula aren, tulis akun Instagram @pemkabpacitan, tidak lepas dari dukungan Polbangtan Malang.

Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengaku bangga dengan capaian Mega. Namun, ia tidak terkejut lantaran sejak awal sudah yakin dengan kapasitas dan kompetensi Mega.

“Kapasitas dan kompetensi Mega plus komitmen dan personalitas yang langsung ´tune in´ dengan passion sebagai petani milenial di awal kiprahnya,” tulis akun Instagram @pemkabpacitan, dilansir dari Merdeka.com (13/05/2022).

Fasilitasi Generasi Milenial

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa pemerintah khususnya Kementerian Pertanian berkomitmen terus memfasilitasi generasi milenial agar menjadi petani sekaligus wirausahawan pertanian.

Pertanian disebut menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan sekaligus bisnis yang menguntungkan.

“Kementan berupaya mengubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan, terlebih di tengah pandemi saat ini,” ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa pertanian harus didukung generasi muda. Terlebih populasi mereka saat ini 50 persen lebih dari keseluruhan penduduk Indonesia.

“Kementan mendukung penuh upaya regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tutur Dedi. (Uli)