Kisah Inspiratif Mahasiswa RI Raih Beasiswa di Turki

FOTO: detik.com/indolinear.com
Rabu, 8 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Fauzul Azhim merupakan mahasiswa S2 di Istanbul Sabahattin Zaim University (IZU) jurusan Political Science and International Relation. Fauzul bercerita bahwa dirinya mendapatkan beasiswa dari kampusnya.

Awal mulanya, Fauzul adalah seorang pegawai di bagian International Office di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Dari situlah dirinya bisa mendapatkan beasiswa di Turki.

“Waktu itu ada kunjungan dari Turki dan mengundang seluruh pesantren-pesantren di beberapa kota di Indonesia jadi ada yang dari NTB, Sumatera, Kalimantan juga ada. Datang ke UMJ untuk sosialisasi dari Turki dan kerja sama dengan universitas dari Turki. Waktu itu saya penanggungjawabnya dan mendapatkan informasi beasiswa dari sini,” cerita Fauzul, dilansir dari Detik.com (06/12/2021).

Lalu Fauzul melamar beasiswa di Turki tersebut dan kebetulan juga ada orang Indonesia juga yang bekerja di IZU. “Saya apply memasukkan berkas dan lain-lain. Seleksinya seleksi berkas, lumayan sih. Sekitar ada ratusan yang apply. Cuma karena memang beasiswa dari kampus mereka memfasilitasi tuition feenya saja,” ujar mahasiswa yang di Indonesia tinggal di Jakarta ini.

Fauzul juga bercerita jika beasiswa di Turki tersebut hanya sebatas tuition fee saja. Untuk menambah biaya hidup berkuliah di Turki dirinya mencari dana tambahan ke lembaga zakat.

“Jadi gak sampai biaya hidup dan kemudian selebihnya saya mencari dana tambahan ke lembaga-lembaga zakat. Jadi mungkin seperti baznas kan ada itu pendanaan untuk membantu pendanaan kuliah ke luar negeri. Saya apply di situ,” papar mahasiwa IZU tersebut.

Turki merupakan negara yang telah didambakan Fauzul untuk melanjutkan studi. Dirinya mengaku sudah mengamati Turki sejak tahun 2009 tepatnya sejak dia masih berstatus sebagai pelajar SMP.

“Karena memang pergerakan politik Turki sangat menarik lah menurut saya. Saat ini adalah era west civilisation dunia barat yang menguasai, tetapi Turki muncul di kancah politik internasional. Itu dimana 2009 Turki menyuarakan terkait Palestine di forum ekonomi internasional yang mana hadir beberapa kepala negara juga di situ,” cerita Fauzul.

Selain itu Fauzul juga menulis skripsi tentang Turki sebagai syarat kelulusan kuliah S1.

“Mungkin ini jodoh juga karena setelah lulus S1 kemudian ketemu langsung dengan Turki yang ke Indonesia itu kemudian saya diterima di Turki,” ujar Fauzul.

Fauzul juga berbagi tips untuk meraih beasiswa di Turki. Menurut dia, hal pertama yang harus dimiliki adalah mimpi. Karena jika mempunyai mimpi tujuan menjadi lebih jelas seperti negara mana yang dituju, apa yang akan dilakukan, dan sebagainya.

“Kemudian barulah kita cari informasi-informasi beasiswa terkait di negara itu. Nah itu salah satu penunjang kalau sudah ada niat dan mimpi itu akan memboosting semangat kita inilah tujuan kita. Kita harus sampai ke sana. Ketika itu kita catat kita kembali lagi mengingat itu,” papar Fauzul.

Fauzul juga berpesan kepada pencari beasiswa agar selalu semangat dalam menghadapi penolakan karena beasiswa di Turki sendiri banyak jenisnya. “Di Turki ada beasiswa oleh negara, swasta, kampus, Menteri agama khusus jurusan agama. Jadi kesempatan itu terbuka lebar,” ujar Fauzul.

Fauzul juga menambahkan untuk tidak minder karena tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni.

“Karena beasiswa di Turki utamanya dari pemerintah, kita hanya memasukkan berkas kemudian memilih universitas dan melengkapi persyaratan lain. Kalau mau mengambil bahasa Turki tidak perlu melampirkan Toefl atau IELTS. Kita nanti akan belajar bahasa Turki setahun dan dibiayai,” jelas Fauzul. (Uli)

loading...