Kisah Inspiratif Mahasiswa RI Meraih Beasiswa Di Kampus Almamater Albert Einstein

FOTO: detik.com/indolinear.com
Senin, 20 Desember 2021
loading...

Indolinear.com. Jakarta – Kisah inspiratif meraih beasiswa datang dari Choirul Anam. Anam kuliah di kampus almamater Albert Einstein yakni Charles University di Ceko.

Albert Einstein adalah ilmuwan fisika yang terkenal berkat teori umum relativitasnya, yang dikenal dengan rumus E=MC². Melansir situs resmi kampus Charles, ilmuwan asal Jerman tersebut lulus menjadi profesor fisika teoretis di Universitas Charles University pada sekitar tahun 1911.

Sejak Oktober 2019, Anam berkuliah di Ibu Kota Negara Ceko yakni Praha dengan mengambil jurusan kebijakan publik melalui beasiswa. Tujuan belajarnya yang cocok dengan kondisi di Ceko menjadi salah satu alasan pria asal Madura ini memilih kampus tersebut.

“Selain karena terkenal dengan almamater Albert Einstein, Charles University juga merupakan kampus tertua di Eropa Tengah sejak 1348. Di sisi lain Ceko juga merupakan negara republik yang menerapkan desentralisasi fiskal jadi ya tujuan saya untuk studi jadi lebih mudah,” cerita Anam yang dilansir dari Detik.com (18/12/2021).

Berbeda dengan mahasiswa lain yang kebanyakan mendapatkan beasiswa dari program khusus di luar kampus, Anam justru mendapatkan beasiswa langsung dari Charles University, tempat kuliahnya saat ini.

“Kalau di Charles saya mendapatkan beasiswa penuh dari kampus. Jadi kuliahnya gratis bahkan mendapat gaji untuk penelitian setiap bulan,” terang koordinator PPI Dunia ini.

Kisahnya dalam meraih beasiswa juga diakui Anam melalui jalan yang cukup panjang. Berawal dari tesis saat menempuh gelar magister kebijakan publik di Universitas Indonesia.

“Saat itu tesis saya tentang dampak akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana desa terhadap kemiskinan dipilih oleh UI untuk mengikuti seminar internasional di UGM. Lalu pasca seminar, saya didorong oleh profesor-profesor untuk melanjutkan studi dan mendalami penelitian saya,” papar pria yang akrab disapa Cak Anam ini.

Atas dukungan yang kuat, Anam akhirnya mencoba mengirimkan proposal penelitiannya ke profesor-profesor dari ratusan kampus terbaik di dunia. Termasuk di dalamnya ada Charles University.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 7 negara tertarik dengan penelitian yang diajukan Anam. Bahkan banyak profesor yang pada akhirnya mengajukan diri untuk mendampingi penelitiannya untuk meraih beasiswa.

“Alhamdulillah saat itu ada USA, UK, Denmark, Belanda, Prancis, Jerman, dan Ceko. Namun, setelah saya memperdalam diskusi dan saya lihat kampus-kampusnya, akhirnya saya fokus ke Charles karena mereka yang paling terlihat minat dengan penelitian saya,” jelasnya.

Tak hanya daya tarik kampus almamater Albert Einstein saja, Anam juga mengakui bahwa Charles University-lah yang saat itu justru menawarkan diri sebagai pendamping penelitiannya. Maka dari itu Sarjana Akuntansi Universitas Indonesia ini akhirnya mantap memilih kampus yang berada di pusat kota Praha ini.

Selain perjalanan yang cukup panjang dalam meraih beasiswa, Anam juga memiliki tugas sebagai seorang Koordinator PPI Dunia setelah sebelumnya menjadi Ketua PPI Ceko.

Sebagai koordinator, Anam pun menaruh harapan bahwa PPI Dunia baik di Ceko maupun di negara lain bisa memberi dampak nyata untuk negara Indonesia ke depan.

“PPI sendiri kan berdiri pada era Bung Hatta ketika kuliah di Amsterdam tahun 1921-1922 yang secara resmi ada perhimpunan pelajarnya pada tahun 1925. Pada saat itu mahasiswa yang berkuliah di luar negeri memiliki gagasan bahwa Indonesia bisa merdeka dan lebih maju,” papar Anam.

Di akhir ceritanya kepada detikEdu, Anam menambahkan bahwa dia ingin mendorong mahasiswa penerima beasiswa yang ada di luar negeri untuk kembali ke Indonesia setelah lulus kuliah. Hal ini demi kemajuan bangsa. (Uli)