Kisah Inggried, Gadis Gunung Kidul Peraih Nilai UNBK Tertinggi Se-DIY

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Rabu, 15 Mei 2019

Indolinear.com, Yogyakarta – Rumah sederhana di Dusun Bandung, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, beberapa hari terakhir menjadi perbincangan masyarakat karena gadis yang tinggal di rumah tersebut mampu meraih nilai tertinggi UNBK tingkat SMK se-DIY.

Dia adalah Virdiana Inggried Marwanti (18), siswi jurusan Akuntasi SMKN 1 Wonosari. Meski belum diumumkan secara resmi, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY sudah merilis hasil UNBK tingkat SMK sederajat.

Hasil UNBK Virdiana Inggried Marwanti (18) sangat tinggi, yaitu 98 untuk Bahasa Indonesia, 96 untuk Bahasa Inggris, 97,50 untuk Matematika, dan 92,50 untuk Kompetensi Keahlian.

“Tidak menyangka. Kemarin diberi tahu teman dan guru,” kata Inggried saat ditemui Kompas.com di rumahnya, dilansir dari Kompas.com (13/05/2019).

Dia bercerita selama menempuh ujian tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. Bahkan, dia tidak mengikuti bimbingan belajar seperti siswa lain. Inggried hanya mengikuti pelajaran tambahan di sekolah dan belajar dari buku persiapan UN yang dibagikan oleh sekolahnya. Saat mengikuti ujian dirinya tidak menyangka akan memperoleh nilai yang tertinggi di antara ribuan siswa SMK se-DIY.

“Pas ngerjain biasa saja. Malah enggak ada waktu ngoreksi ulang karena pas selesai waktunya sudah mepet,” ujarnya.

Putri kedua pasangan Markus Sukarno dan Valentina Purwanti itu sudah diterima di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Jurusan Akuntansi Murni. Ia masuk di kampus tersebut melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Namun, dirinya mengaku masih mencari informasi agar bisa masuk Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN).

Inggried mengakui ketertarikan di bidang akuntasi sejak dia lulus SMP 2 Playen dan diterima di SMK 1 Wonosari. Di tahun pertama sekolah, dirinya telah menjuarai cerdas cermat akuntasi tingkat nasional dua tahun berturut-turut, yakni 2017 dan 2018.

Menurutnya, saat lulus SMP tahun 2015, ia ingin melanjutkan ke SMA 1 Wonosari. Namun, karena takut nilainya tidak mencukupi, ia mendaftar di SMK 1 Wonosari.

“Saya ingin bekerja di bidang keuangan, akuntan, ataupun perpajakan,” ucapnya.

Kesehariannya ia habiskan layaknya remaja pada umumnya. Namun, ia mengaku jarang keluar rumah untuk sekadar bermain. Ia lebih suka berada di rumah dan memanfaatkan waktunya untuk menambah pengalaman atau ilmu. Ia juga bercerita suka membaca serta mengikuti kegiatan keorganisasian, seperti OSIS dan organisasi gereja.

Meski orangtuanya bukan berasal dari akademisi, ia berusaha untuk mencapai prestasi. Ayah Inggried bekerja di sebuah bengkel di Bantul, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Valentina Purwanti, ibu dari Inggried, tidak menyangka jika putri keduanya mampu meraih prestasi tersebut. Valentina bercerita jika dia selalu memberikan motivasi kepada kedua anaknya untuk disiplin dalam belajar sejak mereka masih kecil.

“Dari kecil Inggried sudah bisa mengatur belajar,” ucapnya.

Ia hanya menekankan mengenai keagamaan dan meminta anak-anaknya pasrah serta terus mengingat Tuhan. Purwanti tak pernah menargetkan anak-anaknya untuk bekerja dalam bidang apa pun. Hanya dia berharap anaknya lebih baik dibandingkan pekerjaan orangtua saat ini.

Berkat dari Tuhan memang tengah dirasakan keluarga kecil ini. Selain Inggried yang berhasil memperoleh nilai terbaik, putri pertama pasangan suami tersebut ternyata juga baru saja lolos CPNS.

“Cita-citanya enggak muluk-muluk. Anak-anaknya bisa berhasil dalam bidang apa pun. Jangan sampai susah seperti orangtuanya,” ujarnya.

“Inggried ke depan supaya jangan lupa bersyukur, dan rendah hati. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Wonosari Susiyanti mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari Disdikpora DIY terkait prestasi tersebut. Untuk tingkat DIY, SMKN 1 Wonosari memiliki nilai rata-rata tertinggi, yakni 293,97.

Menurutnya, untuk para siswa yang duduk di kelas XII selama tujuh bulan mengikuti penguatan materi, dengan mengulang materi kelas sebelumnya serta mengikuti latihan ujian hingga penguatan secara mental.

“Tiga hari menjelang ujian kami melakukan fun game sehingga anak tidak tegang dalam menghadapi ujian,” ucapnya.

Memang prestasi tahun ini di luar prediksi. Selain Inggried mencapai nilai tertinggi, puluhan siswa SMKN 1 Wonosari memperoleh nilai 100 untuk beberapa mata pelajaran dalam UNBK. “Untuk Inggried, anaknya memang cerdas dan disiplin tinggi,” ujarnya. (Uli)