Kisah Haru Pasangan Lansia Saling Ucapkan Selamat Tinggal Selamanya

FOTO: grid.id/indolinear.com
Selasa, 6 Agustus 2019

Indolinear.com, Tiongkok – Belum lama ini kisah pilu sepasang lansia yang telah menikah selama 57 tahun viral di media sosial hingga sukses membuat ratusan orang menangis.

Pasalnya, pasangan lansia ini saling mengucapkan salam perpisahan untuk selamanya setelah arungi bahtera rumah tangga bersama selama 57 tahun.

Lebih memilukan lagi, kisah haru pasangan lansia yang saling berpisah ini terjadi di ruang ICU rumah sakit, bak skenario film romantis yang menyentuh hati.

Pernahkah kamu menonton film karya Disney Pixar berjudul UP?

Atau film berjudul The Notebook yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Nicholas Sparks?

Ya, seperti yang diketahui, keduanya adalah film romantis dengan jalan cerita yang lumayan kompleks dan nyata seperti kehidupan sehari-hari.

Nyatanya saja, kedua film roman tersebut dianggap mampu membuat para penonton menangis sedih karena jalan ceritanya.

Bagaimana tidak, meski berbeda genre, kisah roman dalam kedua film ini menunjukkan bukti nyata bahwa kalimat ‘tetap mencintaimu hingga maut memisahkan’ benar adanya.

Lalu bagaimana jadinya bila kisah cinta hingga maut memisahkan ini terjadi di dunia nyata?

Kisah cinta yang memilukan hati ini baru saja terjadi pada 27 Juli 2019 lalu.

Kisah cinta memilukan ini terjadi di antara pasangan lansia berusia 70 tahun di Rumah Sakit Universitas Hongkong, Shenzhen, Tiongkok, dilansir dari Grid.id (05/08/2019).

Kisah cinta pasangan lansian ini mendadak viral di media sosial lantaran keduanya diketahui saling mengucapkan salam perpisahan untuk selamanya di ruang ICU rumah sakit.

Kisah cinta yang menguras air mata ini berawal ketika sang istri, Peng dilarikan kerumah sakit pada 8 Juli 2019 akibat pendarahan beku di otak.

Sembilan hari kemudian, sang suami, Gao dilarikan putri mereka ke rumah sakit pada 17 Juli 2019 gara-gara serangan jantung.

Keduanya sama-sama dilarikan putri mereka ke Rumah Sakit Universitas Hongkong, Shenzhen, Tiongkok.

Peng yang mengalami pendarahan beku di otak harus menjalani operasi.

Sedangkan suaminya Gao justru jatuh kedalam koma lantaran tubuhnya syok saat alami serangan jantung sehingga otaknya jatuh kedalam kondisi hipoksia.

Kondisi Gao ini pun diketahui sang putri tepat beberapa hari setelah dirinya mengirim sang ibu ke rumah sakit.

“Ayah saya tiba-tiba pingsan di rumah pada pukul 19.00 tanggal 17 Juli. Saya berada di luar dan ada panggilan telepon dari pengasuh keluarga.

Saya segera memutar nomor darurat 120 dan pergi ke rumah sakit pada saat yang sama,” ungkap putri kedua pasangan tersebut seperti yang dikutip Sosok.ID dari Weixin.

Tepat pada tanggal 27 Juli 2019 lalu, Peng terbangun dari kondisi kritisnya dan mengetahui kabar bila suami tercintanya dilarikan ke ruang ICU.

“Pada sore hari tanggal 27, saya merasa bahwa kesadaran ibu saya lebih sadar. Saya mencoba menceritakan kepadanya tentang situasi ayah yang sebenarnya.

Saya mengatakan kepadanya bahwa ayah telah dirawat di rumah sakit selama sepuluh hari dan tidak pernah bangun. Mungkin kali ini ayah tak kan bertahan,” ungkap sang putri.

Tak ingin berpisah dari sang suami, Peng pun memohon-mohon kepada perawat rumah sakit dan putrinya untuk membawanya menemui sang suami di ruang ICU.

Tersentuh dengan keinginan Peng, para petugas rumah sakit dan dokter pun mengizinkan Peng untuk menemui suaminya yang kini tengah koma.

“Pada saat itu, tubuh ibu saya masih sangat lemah, dan dia terlihat seperti sama sekali tak memiliki kekuatan.

Tetapi dia mengerti kata-kata saya, dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin melihat ayah,” lanjutnya.

Sebenarnya pihak rumah sakit awalnya ingin menolak permintaan Peng lantaran kondisi Gao semakin hari terus mengalami penurunan.

Namun karena melihat keinginan kuat Peng yang ingin bertemu dengan sang suami, pihak rumah sakit pun akhirnya mengizinkan.

Kendati kondisi Peng yang belum stabil sehabis menjalani operasi, petuga rumah sakit bersedia mendorong ranjang rumah sakit Peng hingga berdampingan dengan ranjang suaminya di ruang ICU.

Peng yang saat itu melihat suaminya tak berdaya dalam keadaan koma hanya bisa memegang tangannya sembari menatapnya dengan penuh cinta.

Pertemuan terakhir Peng dengan suaminya, Gao di ruang ICU rumah sakit.

Dengan tatapan yang penuh air mata, Peng mengguncang-guncang tangan sang suami dan memanggilnya.

“Hei pria tua, pria tua bangunlah,” bisik Peng yang saat itu ditemani oleh beberapa petuga rumah sakit dan sang putri menemui sang suami.

Kendati demikian, pertemuan yang menguras air mata ini hanya terjadi selama 10 menit.

Pihak rumah sakit tak mau mengambil resiko dengan kondisi Peng yang baru saja sadar dari kondisi kritisnya.

Sang putri mengatakan ia bersyukur dengan keputusan rumah sakit yang mengizinkan ibunya bertemu dengan ayahnya disaat-saat terakhir mereka.

“Sejujurnya, saya tidak menyangka bila pihak rumah sakit akan mengizinkan ibu untuk bertemu dengna ayah di ruang ICU.

Saya sangat bersyukur, tak hanya karena mereka menyetujui keinginan ibu tetapi juga langsung mengambil tindakan langsung.

Saya merasa sangat lega sekarang, setidaknya ibu bisa melihat ayah dan mengucapkan salam perpisahan sebelum akhirnya mereka benar-benar berpisah,” pungkas sang putri.

Seperti yang telah diduga oleh anggota keluarga dan pihak rumah sakit, beberapa hari setelah pertemuan terakhirnya dengan sang istri, Gao dikabarkan meninggal dunia.

Kisah perpisahan Peng dan Gao yang menguras air mata ini pun mendadak viral di media sosial di Tiongkok dan menarik banyak simpati para netizen.

Tidak sedikit warganet yang menyebut bila kisah Peng dan Gao ini membuat mereka menangis dan bersedih bak sedang menonton film Hollywood. (Uli)