Kisah Haru Bocah 12 Tahun Jadi Tulang Punggung Keluarga

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Sabtu, 6 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Sulsel – Berbakti kepada orangtua adalah tindakan yang terpuji. Selain mendapatkan pahala yang melimpah dari Tuhan, mencurahkan kasih sayang kepada orangtua serta merawatnya merupakan hal terindah yang dapat dilakukan bagi setiap anak.

Seperti yang dilakukan oleh Babil, seorang anak di Provinsi Sulawesi Selatan yang setia mendampingi kedua orangtuanya dengan kondisi tengah sakit. Berikut ulasannya yang dilansir dari Merdeka.com (04/06/2020).

Mengurusi Keperluan Sehari-hari

Babil merupakan anak berusia 12 tahun yang setia merawat kedua orangtuanya, Karannuang Dg Sunggu (45) dan Kamaluddin Dg. Beta (39). Seorang anak yang memiliki hati mulia ini merawat kedua orangtuanya lantaran sang ayah tengah menderita penyakit stroke.

Sementara itu, Babil juga merawat sang ibunda yang tengah mengidap penyakit alergi tulang. Penyakit tersebut membuat ibunda Babil juga tidak dapat beranjak dari tempat tidurnya.

“Ibu sakit sejak Babil umur 4 tahun. Saya sudah beberapa kali berobat tetapi tak kunjung membaik,” ungkap sang ibu.

Merawat Orangtua Sejak Kecil

Ibunda yang menderita sakit selama delapan tahun serta sang ayah yang mengalami stroke memaksa Babil untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumahnya seorang diri. Padahal, anak seusianya seharusnya masih butuh waktu untuk bermain dan belajar.

Namun, Babil tetap merawat kedua orangtuanya tanpa mengeluh sedikit pun. Ia mengerjakan semua pekerjaan rumah dari mulai memasak, mencuci baju, hingga mengurusi keperluan kedua orangtuanya.

Ayah Tidak Dapat Bekerja

Figur Ayah yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga, kini harus rela berdiam diri di tempat tidurnya. Hal ini lantaran penyakit stroke yang membuatnya lumpuh hingga tidak dapat berbicara.

Sehingga, penyakit stroke ini juga membuat sang ayah tidak dapat bekerja kembali untuk memberi nafkah keluarga. Diketahui bahwa sang ayah belum memeriksakan diri ke rumah sakit. Sebab, sang ibu tidak ada yang menjaga apabila Babil harus menemani ayahnya untuk berobat.

Merawat Orangtua Sepenuh Hati

Tanpa rasa marah, Babil merawat kedua orangtuanya dengan sepenuh hati. Nampak ia selalu berada di sisi kedua orangtuanya dan seolah siap untuk selalu memenuhi keperluan sehari-hari dari ayah serta ibunda.

Dari mulai sekedar mengambilkan air minum hingga memandikan kedua orangtuanya ia lakukan dengan ikhlas tanpa mengaharap apapun. Hal itu ia lakukan seorang diri.

Cara Hidup Keluarga Babil

Bangun subuh serta mempersiapkan keperluan kedua orangtuanya sebelum berangkat sekolah merupakan keseharian dari anak yang duduk di jenjang kelas 6 SD ini.

Keluarga Babil yang tinggal di Desa Topejewa, Takalar ini hidup dengan segala keterbatasan. Untuk keperluan dan makan sehari-hari, mereka hanya mengharap belas kasihan dari tetangga sekitar.

Harapan dan Doa Babil

Miris dan menyentuh hati, kini Babil beserta kedua orangtuanya hidup dalam kesulitan. Tidak banyak yang dipanjatkan oleh anak yang beranjak remaja ini. Babil hanya ingin agar kedua orangtuanya dapat sembuh kembali seperti semula.

“Saya ingin orangtua saya sembuh,” ungkapnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: