Kisah Gunung Kemukus, dari Mitos Ritual Seks Sampai Diresmikan Puan

FOTO: Detik.com/indolinear.com
Senin, 2 Mei 2022

Indolinear.com, Solo – Objek wisata Gunung Kemukus, yang dulu lekat dengan stigma ritual seks bebas, telah bersalin rupa. Sejak Oktober 2020, objek wisata di Desa Pendem, Sumberlawang, Kabupaten Sragen, itu dirombak total. Untuk biayanya, Kementerian Pariwisata dan Kementerian PUPR pun menggelontorkan dana Rp 48 miliar. Hari ini Ketua DPR RI Puan Maharani akan meresmikan objek wisata New Kemukus tersebut.

Berikut ini secuil kisah tentang Gunung Kemukus dulu dan sekarang yang dilansir dari Detik.com (01/05/2022).

Profil Kemukus

Secara geografis, Kemukus kurang tepat jika disebut gunung. Sebab, bukit yang dikelilingi hamparan waduk Kedung Ombo ini tingginya hanya sekitar 300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di atas perbukitan itu terdapat makam Pangeran Samudro, Dewi Ontrowulan, dan para ajudannya.

Dulu, Gunung Kemukus tak pernah sepi dari pengunjung. Namun, sebagian dari mereka datang bukan untuk menikmati panorama Waduk Kedung Ombo dari atas bukit. Melainkan untuk melakukan ritual, mengingat Gunung Kemukus tersohor sebagai tempat mencari penglarisan.

Mitos Kemukus

Saat itu, tidak sedikit masyarakat dan pengunjung yang percaya bahwa salah satu ritual itu dengan hubungan seks antara peziarah/pengunjung yang bukan suami atau istri sebanyak 7 kali bulan purnama dengan pasangan yang sama.

Dalam jurnal Rekonstruksi Kisah Pangeran Samudro: di Tengah Mitos Ritual Seks Gunung Kemukus, Sumber Lawang, Sragen karya Desti Widiani dan Jiyanto (Jurnal Lektur Keagamaan Vol 17 No 1, 2019:87) disebutkan, keyakinan akan ritual itu berakar dari mitos Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat maupun pengunjung, Pangeran Samudro dan ibunya diusir Prabu Wijaya dari istana karena diketahui berselingkuh. Sejak itu keduanya mengembara sampai ke daerah Gunung Kemukus.

Pemkab Sragen Jawa Tengah tengah berupaya mengikis stigma ritual seks yang selama ini melingkupi obyek wisata Gunung Kemukus. Dana Rp 48 miliar digelontorkan pemerintah pusat demi menata obyek wisata ini menjadi The New Kemukus berkonsep wisata ziarah dan keluarga. Foto: Dok. Kominfo Kabupaten Sragen

“Di tempat inilah Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan dirajam beramai-ramai oleh warga sekitar karena warga memergoki mereka berdua saat akan melakukan hubungan intim (Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 17 No.1, 2019:87).”

Konon, sebelum meninggal, Pangeran Samudro sempat berpesan bahwa siapa yang dapat melanjutkan hubungan suami istri yang tidak sempat dia lakukan di tempat itu selama 7 kali atau setiap 35 hari sekali pada setiap malam Jumat Kliwon atau malam Jumat Pon, maka akan terkabul permintaannya.

Ajang Prostitusi

Berawal dari mitos itulah, praktik prostitusi di Gunung Kemukus sempat tumbuh subur. Bagi peziarah yang tidak membawa pasangan, mereka akan mencari di lokasi atau disediakan oleh para pemilik warung di area sekitar makam Pangeran Samudro.

Gunung Kemukus sempat menjadi sorotan internasional setelah stasiun televisi Australia Special Broadcasting Service (SBS) menayangkan liputan investigasi di Kemukus yang berjudul Sex Mountain pada 18 November 2014.

Setelah itu, aparat gabungan dari Sragen melakukan penertiban terhadap para pemilik hiburan karaoke dan rumah penginapan di sekitar lokasi ziarah.

Kemukus Kini

Penanggungjawab Objek Wisata Gunung Kemukus, Marcellus Suparno, mengatakan Kemukus kini telah dirombak total dengan dana Rp 48 miliar dari pusat. Sejumlah wahana baru dibangun di sana. Adapun lahan bekas bangunan liar dan warung-warung rapat yang dulu akrab dengan prostitusi telah disulap menjadi taman.

“Harapannya New Kemukus nanti menjadi obyek wisata yang nyaman untuk keluarga maupun peziarah. Penataannya sejak Oktober 2020. Awal 2022 sudah rampung,” kata Penanggungjawab Objek Wisata Gunung Kemukus, Marcellus Suparno, saat ditemui detikJateng di kantornya. beberapa waktu lalu.