Kisah Charles Oliveira Yang Pernah Divonis Tak Bisa Berjalan Lagi

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Selasa, 14 Desember 2021

Indolinear.com, Jakarta – Charles Oliveira sukses mempertahankan sabuk kelas ringan (lightweight) seusai menumbangkan Dustin Poirier (Amerika Serikat).

Charles Oliveira berhasil menaklukkan Dustin Poirier pada maint event UFC 269 yang dihelat di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, pada Minggu (12/12/2021) siang WIB.

Oliveira menang via submission pada ronde ketiga. Petarung asal Brasil itu menyudahi Poirier dengan kuncian standing rear naked choke pada ronde ketiga.

Hasil ini membuat Oliveira masih memegang status sebagai raja kelas ringan di UFC.

Keberhasilan Oliveira dalam mempertahankan gelar kelas ringan juga dilengkapi dengan sejumlah catatan gemilang.

Namun, jauh sebelum sampai pada titik ini, ternyata Oliveira pernah menjalani momen mustahil sebelum dirinya menjadi petarung.

Dilansir dari Kompas.com (13/12/2021), petarung berjuluk Do Bronx Charlie Olives itu pernah dirawat di rumah sakit selama dua tahun karena murmur jantung yang tidak normal.

Bukan hanya itu saja, Oliveira juga memiliki rheumatoid arthritis yang menyerang pergelangan kakinya.

Kondisi tersebut dapat mencegah Oliveira melakukan hal-hal mendasar dalam kehidupan seperti sekadar berdiri.

Karena itu semua, Oliveira harus menangguhkan impiannya sewaktu kecil yakni bermain sepak bola.

“Saya dirawat di rumah sakit selama dua tahun dan dokter memberi tahu ibu bahwa saya tidak bisa berolahraga lagi,” kata Charles Oliveira.

“Saya menyukai sepak bola pada saat itu. Saya tidak tahu apa itu olahraga tarung, tetapi tinggal dua tahun di rumah sakit.”

“Menyebalkan karena saya tidak bisa pergi ke mana-mana.”

“Orang tua saya harus bekerja, jadi pada dasarnya saya tinggal di sana sendirian sepanjang pagi. Sulit untuk membiasakannya.”

Masa lalu sulit Charles Oliveira tersebut juga dikonfirmasi oleh ibunya, Ozana.

“Ketika dokter mengatakan bahwa putra saya memiliki suatu kondisi dan dia mungkin tidak akan pernah bisa berjalan lagi, saya berkata bahwa saya percaya Tuhan tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” kata Ozana.

“Ada kondisi serius di pergelangan kakinya, dia tidak bisa bergerak.”

“Tetapi, syukur kepada Tuhan, bos saya banyak membantu saya, membawa kami ke Sao Paulo untuk tes lebih lanjut.”

Ayahnya, Fransisco, juga menimpali cerita Charles Oliveira dan sang ibu dengan membeberkan saat kebangkitan jagoan berusia 32 tahun itu.

Charles Oliveira dibebaskan dari rumah sakit ketika berusia 11 tahun. Meski demikian, Oliveira ini belum sembuh 100 persen.

Dia harus menerima suntikan benzathine benzylpenicillin setiap dua minggu dan suntikan obat antiradang setiap bulan. Meski sudah dilarang dokter, Charles Oliveira masih bertekad melakukan aktivitas berat.

Karena kala itu olahraga sepak bola terlalu brutal bagi kondisi pergelangan kakinya, Oliveira memutuskan berlatih jiu-jitsu dua bulan setelah keluar dari rumah sakit.

Selang dua bulan setelahnya, Oliveira muda malah berhasil memenangi kejuaraan lokal. Pengobatannya dihentikan kala Oliveira berumur 18 tahun.

Dengan tekad bulat, Do Bronx berkata bahwa dia lebih baik mati daripada harus hidup dengan suntikan seperti itu dan tidak bisa melakukan hal yang disukainya. (Uli)

loading...