Kisah Anjing Yang Selamatkan Nasib Manchester United Dari Kebangkrutan

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 15 November 2021
loading...

Indolinear.com, Manchester – Manchester United (MU) menjadi salah satu klub olahraga yang paling dihormati di dunia berkat Sir Alex Ferguson. Klub ini ternyata sempat nyaris bangkrut ketika memasuki abad ke-20.

Sejarah pun mencatat kisah unik MU ketika nasib klub ini diselamatkan dari kebangkrutan berkat seekor anjing.

Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1900-an. MU yang dulu bernama Newton Heath ini mengalami krisis finansial dan pemain ramai-ramai melakukan eksodus. Kebangkrutan sudah di depan mata.

Menurut catatan situs resmi Manchester United, Man Utd, kapten legendaris Harry Stafford bersama tim berinisiatif menggelar bazaar untuk menggalang dana demi klub mereka.

Bazaar digelar di pusat kota Manchester pada akhir Februari 1901. Targetnya adalah meraih keuntungan sebesar 1.000 pound sterling agar klub bisa survive.

Hasilnya gagal total. Lebih menyakitkan lagi, biaya bazaar bahkan lebih tinggi dari keuntungan yang diraup. Nasib Newton Heath makin tidak jelas, dilansir dari Liputan6.com (13/11/2021).

Hilangnya The Major

Bazar yang digelar Newton Heath juga membuat kapten Stafford pusing sebab anjing kesayangannya hilang.

Anjing itu berjenis St. Bernard dan bernama The Major. Biasanya, The Major ikut hadir di pertandingan Newton Heath untuk menjadi maskot.

The Major berkeliaran di jalanan Manchester dan mendatangi sebuah restoran. Pesona anjing itu menarik perhatian seorang pebisnis bernama John Henry Davies.

Kapten Stafford untungnya berhasil membawa pulang The Major, akan tetapi John Henry Davies masih kepikiran. Akhirnya, ia malah menampilkan iklan di Manchester Evening News untuk mencari anjing tersebut.

Anjing Hilang, Investasi Datang

John Henry Davies lantas berhasil melacak keberadaan The Major yang dimiliki oleh Kapten Stafford.

Pebisnis itu menawarkan untuk membeli anjing St. Bernard tersebut. Kontan saja, tawaran sang pebisnis ditolak habis-habisan oleh sang kapten.

Akan tetapi, Kapten Stafford melihat nasib klub kesayangannya yang butuh dana. Ia pun akhirnya melepas anjing kesayangannya. The Major diberikan sebagai hadiah untuk anak perempuan Davies.

Sikap lapang dada Harry Stafford ternyata menjadi ladang rezeki. Pasalnya, Davies jadi memerhatikan keadaan Newton Heath dan memutuskan menyuntik dana.

Singkat cerita, Davies memiliki saham di Newton Heath, kemudian Harry Stafford menjadi direktur, dan muncul diskusi agar nama Newton Heath diganti. Setelah melalui perdebatan, akhirnya muncul nama Manchester United (nama lain yang diajukan adalah Manchester Celtic).

Beberapa tahun setelah nyaris bangkrut, Manchester United kembali bangkit di liga Inggris. Nasib MU seabad lalu mirip dengan nasib Manchester City bangkit usai disuntik dana dari royal family Abu Dhabi.

Dua klub Manchester itu kini masih mendominasi sepak bola di Inggris dan dunia. (Uli)