Kisah Anak Pedagang Gorengan Menjadi Wisudawan Terbaik UIN Bandung

FOTO: detik.com/indolinear.com
Sabtu, 24 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Bandung – Tidak semua orang dapat mengenyam pendidikan di bangku kuliah tanpa memikirkan biaya. Bagi Siti Rodiah (22) dibutuhkan perjuangan untuk bisa tamat kuliah dan jadi mahasiswa terbaik.

Lahir dari keluarga pedagang gorengan tidak meredupkan semangat Siti, wanita asal Garut, Jawa Barat, untuk serius menyelesaikan kuliahnya. Kini ia sarjana Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati atau UIN Bandung. Siti pun berhasil mendapatkan gelar sebagai wisudawan terbaik.

Perjuangannya mengenyam pendidikan tidaklah mudah. Dia harus bekerja sambilan untuk memenuhi kebutuhan kuliah.

Siti Rodiah pun menceritakan lulus kuliah merupakan keinginan ayah dan kakak lelakinya. Untuk itu, selama di bangku kuliah, dia selalu semangat walaupun dengan segala keterbatasan perekonomian.

Dia mengatakan, ayahnya bekerja sebagai pedagang gorengan dan tak lulus SD. Sedangkan kakak lelakinya sebagai tukang cukur di desa.

“Beliau suka bercerita bahwasannya anak-anaknya tidak boleh seperti orang tua, keinginannya anak-anak bisa sekolah setinggi mungkin. Karena saya diberikan kesempatan oleh Allah bisa melanjutkan perkuliahan, yang bisa saya lakukan hanya belajar sungguh-sungguh supaya bisa menaikkan derajat kedua orang tua,” kata Siti, dilansir dari Detik.comĀ  (22/07/2021).

Selama kuliah, Siti menghemat uang yang diberikan ayahnya dari hasil jualan gorengan. Untuk makan sehari-hari pun Siti lebih memilih untuk membawa bekal makanan kering dari rumah yang bisa tahan selama satu bulan, begitupun dilakukan di bulan-bulan berikutnya.

“Untuk makan saya membawanya dari rumah setiap satu bulan sekali, berupa makanan kering supaya tahan untuk satu bulan, sehingga uangnya bisa dipergunakan untuk keperluan kuliah,” ujar Siti.

Di tengah perjalanannya, dia bertemu dengan Eneng, selaku Manager Rumah Makan Sukahati. Di sana, Siti bekerja sebagai pelayan rumah makan saat libur semester kuliah dan menjadi guru bimbingan belajar (bimbel) di sela-sela jadwal kuliahnya.

“Saya sangat bersyukur karena dipertemukan dengan orang-orang baik sehingga bisa menyelesaikan kuliah. Berkat dorongan, motivasi, dan bantuan mereka saya dapat menyelesaikan perkuliahan dengan lancar,” tutur Siti.

Setelah lulus pada Minggu (9/8/) lalu, kegiatannya saat ini mengajar sekaligus sebagai staf Tata Usaha (TU) di SMPN 3 Malangbong, dan untuk siang hari kerja sambilan di toko photocopy. (Uli)