Kisah Alexander von Humboldt, Ilmuwan Pertama Yang Menjelaskan Perubahan Iklim

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 16 September 2019

Indolinear.com, Jakarta – Alexander von Humboldt lahir 250 tahun lalu, tepatnya 14 September 1769 di Berlin. Dia berasal dari keluarga elit. Kakaknya Wilhelm von Humboldt adalah ilmuwan sosial sekaligus pejabat tinggi yang punya peran penting di Jerman pada zamannya. Dialah pendiri Universitas Humboldt di Berlin.

Namun Alexander lebih berjiwa petualang dan ingin menjelajahi dunia. Dia mendalami ilmu geologi dan botanik dan melakukan serangkaian perjalanan jauh, terutama ke Amerika Latin, untuk mempelajari fenomena alam, dilansir dari Tribunnews.com (14/09/2019).

Alexander von Humboldt bukan hanya pengamat dan peneliti yang cermat, dia juga seorang penulis yang memesona dan sangat produktif. Dari berbagai penelitian dan penelaahan ilmiahnya, lahir berbagai cabang ilmu pengetahuan. Banyak sekali gunung, sungai, fenomena laut, tanaman dan jenis binatang yang dinamakan sesuai dengan namanya, seperti Arus Humboldt dan Pinguin-Humboldt. Dia sendiri menguasai banyak bahasa.

Peneliti lingkungan dan perubahan iklim

Penelitian Alexander von Humboldt memiliki dampak besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di zamannya. Selain membuat peta, dia juga menjadi pelopor penetapan zona-zona vegetasi dan mengembangkan sistem isotermal, kategorisasi zona-zona di dunia berdasarkan suhu udara yang sama. Dia juga kemudian membuat diagram cuaca yang memungkinkan kita memahami fenomena cuaca lebih baik lagi.

Namun yang membuat Alexander von Humboldt menjadi sangat aktual saat ini adalah pemahamannya tentang ekosistem dan hubungan antara lingkungan dan mahluk di sekitarnya. Dia yang pertama kali menjelaskan secara mendasar fungsi dasar ekosistem dan saling ketergantungan sistem ekologi di seluruh dunia.

Alexander von Humboldt kemudian menyadari pentingnya peran hutan tropis dan menerangkan fenomena perubahan iklim. 200 tahun lalu, dia sudah memperingatkan manusia tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekologi.

Pemikir visioner

Alexander von Humboldt tidak hanya tertarik pada fenomena geologis. Dia juga mempelajari kehidupan sosial dan hubungan antar manusia dan melakukan komunikasi intensif dengan sesama ilmuwan maupun dengan para pemikir dan seniman besar di zamannya.

Perjalanannya tidak hanya membuat pembaca ingin pergi ke tempat yang ditulis. Ia juga bercerita mengenai kehidupan alam dan manusia.

Salah satu sahabat dekatnya adalah sastrawan besar Jerman Johann Wolfgang von Goethe. Dari Goethe dia belajar melihat keberagaman flora dan fauna sebagai suatu kesatuan, yang saling memengaruhi. Bagi Goethe dan Humboldt, pemahaman tentang kehidupan dan alam tidak hanya bisa dihayati dengan rasio, tetapi juga harus dengan rasa. (Uli)