King Hendro Arifin: Pandemi Corona, Ikuti Saran Pemerintah, Pemuka Agama dan Petugas Medis

Foto: King Hendro Arifin/dok.indolinear.com
Jumat, 15 Mei 2020

Virus Corona ini menjadi sebuah penyakit yang sejak awal tahun 2020 menghantam seluruh sendi kehidupan disebagian belahan dunia. Termasuk juga Indonesia yang kita cintai ini. Terkadang kita sebagai individu sering terlupa bahwa kewaspadaan personal malah menjadi muasal dari kepanikan massal.

Betul, hingga saat ini tidak ada satupun vaksin yang dinyatakan ampuh membunuh virus Corona yang telah menewaskan ribuan umat manusia di seluruh dunia. Betul juga telah terjadi ‘kekacauan’ dibidang ekonomi akibat virus Covid-19. Bahkan untuk Indonesia, akibat Corona, sangat mungkin terjadi kekacauan ekonomi yang lebih parah dari tahun 1998 dan tahun 2008, seperti yang dikatakan mantan Presiden, H Susilo Bambang Yudhoyono, apabila tidak diselesaikan dengan langkah yang bijak, tepat dan akurat.

Sangat betul sebagai mahluk yang lemah, pastinya manusia sangat takut dan terhantam secara psikis akibat virus Corona. Sangat wajar psikologis terganggu, karena sebagai mahluk sosial semua manusia memiliki phobia atau ketakutan pada kematian dan takut ditinggal mati oleh seseorang. Meskipun sebagai orang yang beragama, semua manusia wajib percaya bahwa kematian adalah proses menuju tempat yang dijanjikan-Nya.

Diciptakan sebagai manusia, tentunya setiap individu diberikan akal sebagai pembeda dengan mahluk lain yang ada dibumi. Permasalahannya dipercaya atau tidak, akal antara satu manusia dengan yang lain berbeda dalam menghadapi permasalahan. Dan inilah yang terkadang memunculkan permasalahan baru.

Contohnya, A memiliki akal namun, saat ada permasalahan saat berkendara, A lebih memilih langsung memukul B yang tidak sengaja menyenggol kendaraan A. Akhirnya B juga menjadi emosi dan salingbaku hantam yang menyebabkan keduanya malah menambah pidana baru akibat adu jotos. Padahal urusan kerugian akibat bersenggolan belum terselesaikan. Dengan kasus yang hampir serupa, C lebih memilih menyelesaikan dengan bantuan pihak kepolisian saat terjadi senggolan kendaraan dengan D. Setidaknya, C dan D tidak menimbulkan masalah baru dan fokus pada penyelesaian kerugian akibat persenggolan kendaraan.

Apa hubungannya contoh A dan B serta C dan D dengan wabah Corona? Virus yang juga punya nama lain Covid-19 ini adalah permasalahan yang datang tanpa disengaja. Apabila masyarakat tidak memiliki visi dan misi yang sama dalam menyelesaikan wabah Corona maka bakal terjadi masalah baru yang membuat situasi makin tidak terkendali.

Mempersamakan visi dan misi ratusan juta penduduk di Indonesia dalam menghadapi wabah Corona memang tidak akan mudah. Pemicunya banyak sekali. Mulai dari mentalitas, kondisi ekonomi antar individu yang berbeda hingga kesiapan pemerintah yang dikomandoi Presiden H Joko Widodo. Karena bagaimanapun, pemerintah juga harus memikirkan agar perekonomian tetap berjalan dan tidak anjlok ditengah ketakutan masyarakat menghadapi virus Corona.

Pemerintah memiliki banyak opsi untuk meminimalisasi penyebaran virus corona. Salah satunya adalah lock down seperti yang dilakukan beberapa negara, seperti Malaysia. Namun pilihan itu nampaknya belum jadi opsi utama pemerintah dengan berbagai alasan. Kekhawatiran ekonomi Indonesia akan sekejap bisa mengalami gejolak bisa jadi faktor utamanya. Apalagi keruntuhan ekonomi akan langsung dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah. Apabila lock down dilakukan, bagaimana nasib para pekerja di sektor UMKM seperti tukang bakso, sopir angkot atau para pekerja yang dibayar harian. Apabila lock down dilakukan, seperti apa juga nasib buruh dan pekerja swasta lainnya, apakah ada kepastian bahwa upah mereka akan dibayar full oleh perusahaan.

Bahkan yang lebih mengerikan, belum genap lock down diberlakukan, goncangan dollar terhadap rupiah saja sudah membuat panik para pelaku usaha yang mempekerjakan para buruh dan sektor swasta lainnya, karena telah melewati level Rp15.000 per 1 dollar Amerika. Meskipun memang banyak indikator yang menyebabkan dollar naik tajam. Namun, tidak bisa dipungkiri salah satunya adalah akibat mewabahnya Corona di dunia, termasuk Indonesia sebagai pemilik mata uang rupiah berkode IDR. Jadi apakah lock down yang dinanti-nanti adalah solusi atau ada cara lain yang lebih efektif meminimalisir penyebaran dan menjaga perekonomian tetap stabil, mari kita serahkan kebijakan tersebut kepada pemerintah.

Lalu bagaimana masyarakat menyikapinya?  Seperti dikatakan tadi. Boleh setuju atau tidak. Namun, sebagai bangsa jangan sampai kewaspadaan personal menimbulkan kepanikan massal. Wajar setiap individu waspada namun jangan juga kewaspadaan itu sampai memborong hand sanitizer, masker, kebutuhan pokok dan barang barang di supermarket sebanyak-banyaknya. Ingat juga bahwa ada individu lain yang mungkin butuh namun karena pendapatan yang rendah, hanya bisa membeli untuk kebutuhan per hari saja.

Waspada sangat boleh namun jangan juga menyebarkan informasi-informasi sepenggal yang malah menimbulkan disinformasi, misinformasi bahkan cenderung mengarah pada hoax yang lagi lagi menimbulkan kepanikan ditengah masyarakat. Jangan juga karena sama sekali tidak takut virus Corona kita malah mengabaikan anjuran pemerintah untuk sementara waktu tidak membuat acara yang mengumpulkan banyak orang. Benar mungkin anda tidak sakit atau terkena virus Corona. Namun, anda pun tidak tahu orang orang yang anda kumpulkan itu apakah telah menjadi ODP, PDP atau terjangkit virus Corona.

Sekali lagi mari percayakan semua kepada tenaga medis, percayakan kepada pemerintah dan dengarkan nasehat para pemuka agama. Karena yakinlah, mereka memberikan informasi yang benar-benar demi menjaga bangsa ini dari Virus Corona. Walaupun ada ditemukan kekurangan untuk membendung makin mewabahnya virus Corona, mari bersama saling mengingatkan dan jangan saling menghujat. Kita butuh sikap gotong royong serta saling menguatkan untuk mengatasi virus ini.

Jangan lupa juga berdoa agar wabah ini cepat terselesaikan. Doakan juga para petugas medis untuk dapat bekerja optimal karena mereka juga manusia, yang pasti memiliki rasa khawatir akan terjangkit. Doakan juga pemerintah agar membuat kebijakan yang tepat dan strategis dalam menghadapi virus Corona yang pastinya juga ‘menggerogoti’ sektor perekomian secara nasional. Doakan juga para ahli dan peneliti yang terus mencoba mencari anti virus Corona ini. Beberapa informasi menyebut, Amerika Serikat dan Cina telah masuk dalam tahapan uji coba anti virus ke tubuh manusia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan ridho-Nya agar anti virus tersebut mujarab. Ingat juga dan dengarkan semua himbauan dari pemuka agama, tokoh agama dan lembaga-lembaga keagamaan dalam kaitan mencegah penyebaran virus Corona karena mereka pasti lebih tahu dan semata berfikir untuk keselamatan bangsa ini.

Sekali lagi, manusia memang pasti mati karena salah satu proses kehidupan adalah menemui ajal. Namun tidak ada salahnya mengikuti saran tenaga medis, pemerintah dan pemuka agama untuk mencegah penyebaran virus Corona.(*)

*Penulis adalah Direktur indolinear.com

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya