King Hendro Arifin: Mari Kembali Ke Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin

FOTO: King Hendro Arifin/koranlinear
Rabu, 5 Juni 2019

Tak terasa Bulan Suci Ramadhan 1440 H sudah berakhir. Pastinya banyak yang bersedih karena bulan penuh ampunan tersebut begitu cepat berlalu. Sebagai ummat-Nya tentunya akan terus berdoa dan meminta kepada Allah SWT diberikan nikmat kesehatan, nikmat panjang umur dan banyak nikmat lainnya agar dapat kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan tahun berikutnya.

Perayaan Idul Fitri 1440 H pun akan menjadi momen paling bahagia usai menjalani ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Kementrian Agama bersama dengan para ahli dan berbagai ormas Islam telah sepakat menetapkan tanggal 5 – 6 Juni 2019 sebagai Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Ditambah cuti nasional maka sudah dapat dipastikan tanggal 1 Juni hingga 9 Juni 2019, akan menjadi waktu untuk saling mengunjungi antar keluarga.

Di tanggal tersebut, semua kenikmatan usai menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh akan sangat terasa dan kentara. Selain momen maaf memaafkan yang penuh haru, pastinya akan ada ajang ‘pelampiasan emosi’ pada Ketupat dan Ayam Opor yang dipadu Rendang bahkan Gulai sampai Ikan Bakar. Bahkan banyak juga saat bertamu yang jadinya tersipu malu, karena niat menikmati roti Khong Gu An namun nyatanya saat dibuka isinya Rengginang.

Terlepas dari segala macam nikmat dan keceriaan Idul Fitri, mari bersepakat bahwa menjadi Fitri kembali adalah tujuan utama. Memaafkan diri sendiri, lalu memaafkan orang lain serta meminta maaf dari orang lain adalah cara untuk kita kembali ke Fitri. Jangan lagi ada dendam, jangan lagi ada kekecewaan dan juga jangan lagi ada rasa marah dalam diri kita.

Bagi para warga yang mudik kekampung halaman, pastikan segala macam aspek keamanan dan keselamatan diutamakan. Jangan niatan suka cita malah jadi duka cita karena lalai dalam menyiapkan aspek-aspek keamanan dan keselamatan. Apabila berkendara roda dua, jangan sampai melebihi batas maksimun barang bawaan dan penumpangnya. Pastikan, jaket, helmet, pengaman kaki, mesin motor, rem, lampu dan hal lain menjadi prioritas utama. Apabila memungkinkan, lebih baik nampaknya agar menggunakan angkutan umum yang disediakan dan motor diberangkatkan ke kampung dengan armada khusus angkutan motor yang disediakan.

Begitu juga dengan pemudik yang menggunakan roda empat. Jangan kebut-kebutan dan juga jangan berdesak-desakan didalam kabin mobil. Pastikan jumlah penumpang dan barang bawaan sesuai dengan kapasitas kendaraan. Jangan paksakan berkendara seorang diri. Pastikan ada sopir cadangan atau utamakan berhenti dan istirahat apabila kantuk sudah datang.

Jalan yang pastinya mulus saat hari mudik, jangan dijadikan ajang untuk menginjak gas sedalam-dalamnya. Ingat kapasitas CC mobil anda dan pastinya ingat juga keselamatan anda dan keluarga yang ada di mobil yang anda kendarai, lebih penting dari rasa penasaran sekencang apa laju maksimal mobil anda. Apapun mobilnya, Ayla, Agya, Cayla, Sigra, Datsun Go, Wuling, Avanza, Xenia, Xpander, Jazz, Yaris, Innova, CRV, Captiva, Pajero, Fortuner, Camry, atau ratusan merek mobil lainnya, akan ringsek dan berpotensi melukai anda dan keluarga saat kecelakaan terjadi di kecepatan 120 km/jam. Ingat, teknologi Air Bag, ABS, ECS, dan sensor canggih lainnya disiapkan untuk meminimalisir efek kecelakaan, bukan untuk memastikan nyawa anda terselamatkan.

Bagi Pemerintah dan lembaga serta instansi yang berkaitan dengan perhubungan darat, perhubungan laut dan perhubungan udara, jelang arus mudik ini tolong dipastikan segala hal yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan sudah di cek dengan standar maksimum. Para pemudik tentunya sangat berharap transportasi darat, laut dan udara telah memenuhi syarat standar maksimum. Jangan hanya sebatas memenuhi syarat standar minimun. Pemerintah harus berani memberikan sanksi tegas kepada para operator bus, ferry atau kapal laut hingga maskapai penerbangan yang mengabaikan aspek keselamatan.

Pastikan seluruh pengemudi bus, masinis, pilot hingga nahkoda dalam keadaan sehat 100 persen. Pastikan juga ijin-ijin mereka masih berlaku dan jauhkan mereka dari pengaruh narkoba atau zat terlarang lainnya selama dalam proses tugas menghantarkan para pemudik.

Pemerintah juga harus berani untuk memastikan tarif yang dapat terjangkau oleh para pemudik. Para pemudik sangat memahami bahwa ajang arus mudik juga merupakan ‘pesta-nya’ operator angkutan umum baik darat, laut maupun udara. Namun juga diminta agar tarif yang diberlakukan telah dihitung dan dikalkulasi dengan baik dan tidak saling merugikan. Sehingga tidak ada yang merasa diberatkan dan tidak ada yang merasa dirugikan.

Kepada pihak keamanan, pemudik juga tentunya berharap agar rumah yang mereka tinggalkan beberapa hari dapat aman dari tangan tangan jahil. Begitu juga saat berada di perjalanan, sangat diharapkan arus lalu lintas dapat terjaga dan lancar dengan pemberlakuan manajemen traffic yang sangat terukur. Jangan sampai terjadi banyak kecelakaan karena minimnya petugas di titik titik rawan hingga pada minimnya keberadaan rambu lalu lintas. Jangan lagi terulang, ada pemudik yang meninggal ditengah kemacetan, seperti beberapa tahun lalu. Petugas medis dan sarana pendukung seperti ambulans juga diharapkan siap sedia di posko-posko yang sudah disediakan. Bagaimanapun juga petugas medis menjadi yang utama untuk melakukan pertolongan pertama apabila ada kecelakaan dalam proses arus mudik.

Setelah para pemudik sampai ditempat tujuan pastikan dan jadilah ‘wisatawan lokal’ yang berbudi pekerti. Apabila ada waktu singgahlah ke kawasan wisata di daerah anda. Setidaknya ini satu dari sekian cara sebagai anak rantau untuk meningkatkan ekosistem wisata di kampung kelahiran kita. Berbelanja dan berfoto-rialah di lokasi wisata yang anda kunjungi. Dengan berbelanja – tentunya menyesuaikan dengan kebutuhan – setidaknya membantu pengerajin lokal untuk terus memaksimalkan hasil tangannya. Berfoto-ria lah dan jangan lupa upload di media sosial anda tentang lokasi wisata yang ada di daerah anda. Foto-foto lokasi wisata itu akan menjadi ajang promosi dan diharapkan jadi alarm wisata bagi para rekan di jejaring sosial anda untuk mampir apabila ada waktu nantinya. Hari yang Fitri mari kita jadikan sebagai ajang untuk saling memaafkan, saling bersilaturahmi dan ajang saling membangun dan mempromosikan, setidaknya wisata-wisata lokal yang ada di sekitar.

Akhir kata, jaga kesehatan selama proses perjalanan anda nanti. Tetap fokus disisa waktu kerja anda jelang libur bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Pastikan semua sudah sesuai dengan kebutuhan dan keamanan. Dan mari mendoakan dan berterima kasih kepada para petugas terminal, petugas bandara, petugas pelabuhan, petugas polisi dan TNI, petugas Kemenhub dan Dishub, Petugas Kesehatan dan para pihak terkait lainnya, yang akan bekerja 24 jam memberikan kita kemudahan dan kenyamanan saat proses arus mudik. Ingatlah, saat kita menikmati liburan, mereka semua mengabaikan hak liburnya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama proses mudik lebaran. Jadi mari kita saling menjaga, menghargai dan mentoleransi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Mari Kembali Ke Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Kami segenap manajemen dan redaksi Harian Umum Koran Linear, segenap manajemen dan redaksi Portal Berita indolinear.com dan Saya secara pribadi mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan 1440 H dan juga Selamat merayakan Idul Fitri 1440 H. Minal Aidin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

*Penulis Merupakan Komisaris Koran Linear

INDOLINEAR.TV