Ketua DPR RI: Perempuan Berperan Penting Dalam Proses Perdamaian Afghanistan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 27 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menegaskan dirinya selalu mendukung pemberdayaan perempuan dalam mewujudkan perubahan dan kemajuan. Hal itu disampaikan Puan dalam pidatonya pada pertemuan virtual Anggota Parlemen Perempuan Indonesia-Afghanistan, yang berjudul ‘Empowering Women and Supporting Peace Process’, Kamis, (24/6/2021).

“Perempuan dapat berperan dalam perdamaian dengan menyebarkan nilai damai dan toleransi di masyarakat. Hal ini dapat dilakukan perempuan dengan memulai pendidikan keluarga di rumah untuk mangajarkan nilai damai dan toleransi sejak anak-anak,” kata Puan.

Puan menyampaikan, peran perempuan saat ini semakin penting dan diperhitungkan. Di Indonesia, dirinya menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI. Kemudian, pada tahun 2001 Megawati Soekarnoputri menjadi perempuan pertama yang dilantik sebagai Presiden RI.

Puan menegaskan, pendidikan dapat menjadi game changer dalam memberdayakan perempuan. Tentunya perlu dukungan, terutama dari keluarga dan masyarakat sekitar bagi perempuan untuk dapat berkembang. “Dengan pendidikan maka terdapat kesadaran akan hak dan kewajiban perempuan untuk meningkatkan kapasitasnya dan untuk mencapai cita-citanya,” ungkapnya, dilansir dari Dpr.go.id (26/06/2021).

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu melanjutkan, parlemen juga dapat membawa perubahan terhadap peran perempuan, terutama dengan memastikan pemerintah membuat kebijakan yang memperkuat peran perempuan. Ia menegaskan, perempuan juga dapat berperan dalam proses perdamaian di Afghanistan.

“Untuk itu, diperlukan proses perdamaian yang inklusif yang memungkinkan perempuan berperan lebih besar. Kami berkomitmen mendukung proses perdamaian, rekonsiliasi, dan perdamaian di Afghanistan,” sambung Puan.

Dalam acara itu, hadir Ketua Parlemen Afghanistan, Ketua dan Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, serta Ketua dan Anggota Parlemen Indonesia-Afghanistan. (Uli)