Ketua DPR: Indonesia-Amerika Serikat Perlu Terus Mempromosikan Nilai-Nilai Demokrasi-Pluralisme

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 1 Agustus 2019

Indolinear.com, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo membanggakan kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019 Indonesia kepada delegasi House Democratic Partnership, United States House of Representatives (US HDP) yang dipimpin Congressman Mr. David Price.

Meskipun persaingan politik sempat memanas, ditambah bumbu hoaks dan hate speech di berbagai media sosial, namun tidak sampai mencederai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Hal itu dikatakan Bamsoet, sapaan akrabnya saat menerima delegasi US HDP, di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta.

“Pemilu 2019 di Indonesia merupakan Pemilu terumit di dunia. Tidak ada negara lain yang menyelenggarakan Pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden serta lebih dari 20.000 kursi anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota secara serentak, sebagaimana yang sukses dilakukan oleh Indonesia,” ujar Bamsoet, dilansir dari Tribunnews.com (31/07/2019).

“Dengan total pemilih mencapai 192 juta jiwa, tingkat partisipasi pemilih mengalami peningkatan mencapai 81 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Pemilu 2014 yang mencapai 75 persen. Memang ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, namun kami menganggapnya sebagai bagian dari proses pendewasaan demokrasi,” tambahnya.

House Democratic Partnership merupakan komisi dalam United States House of Representatives (DPR Amerika Serikat) yang bekerjasama dengan berbagai negara untuk mendukung pengembangan lembaga legislatif yang efektif, independen dan responsif.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Co-Chair HDP Congressman Mr. Vern Buchanan, Congresswoman Susan Davis, Congressman Gerry Connolly, Congressman Neal Dunn, Congressman John Rutherford, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan.

Sedangkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo ditemani Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI Nurhayati Ali Assegaf (Fraksi Partai Demokrat) dan Anggota Komisi I DPR RI Lena Maryana Mukti (Fraksi PPP).

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2019 ini memaparkan, sebagai negara demokrasi terbesar kedua dan ketiga, dengan latar belakang penduduknya yang beraneka ragam, Amerika Serikat dan Indonesia harus selalu meningkatkan kerjasama dalam mempromosikan nilai-nilai demokrasi yang menghargai pluralisme.

“Tahun 2018 Indonesia dan Rusia menandatangani kontrak (imbal beli) 11 unit pesawat tempur Sukhoi (SU 35). Pengadaan pesawat tempur tersebut kami pandang sangat penting untuk keperluan pertahanan Indonesia dan juga untuk menjaga stabilitas keamanan kawasan. Kami berharap, kerjasama pengadaan alat pertahanan juga dapat dilakukan dengan Amerika Serikat,” ucapnya.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, Parlemen Indonesia dan Amerika Serikat perlu memperluas cakupan kerjasama tidak hanya dalam aspek pemajuan perdagangan dan demokrasi saja, tetapi juga dalam penguatan legislasi untuk isu-isu spesifik seperti pemberantasan terorisme.

Mengingat sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2019-2020, Indonesia ingin berbuat lebih banyak dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Kita perlu mewaspadai beragam upaya penyebaran sel-sel teror baru maupun penguatan paham radikalisme teror, termasuk melalui dunia digital dan juga kembalinya mereka yang terindikasi menjadi foreign terrorist fighter (FTF). Indonesia tegas mengutuk segala jenis kekerasan atas dasar agama apapun, termasuk seperti yang dilakukan ISIS dan kelompok radikal serta ekstrim lainnya. Kami meyakini bahwa agama manapun termasuk Islam, selalu memajukan penguatan hubungan antar manusia dalam situasi yang mengedepankan perdamaian,” pungkas Bamsoet. (Uli)