Ketua BKSAP Fadli Zon: Desentralisasi untuk Jaga Stabilitas Negara

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Senin, 13 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menilai desentralisasi di Indonesia adalah dalam rangka untuk menjaga stabilitas negara. Dengan adanya desentralisasi, maka diberikan hak-hak istimewa terhadap tiga provinsi khusus, yaitu Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Papua.

“Juga adanya mekanisme otsus dengan pemberian insentif anggaran khusus sebagai affirmative action, sehingga melalui mekanisme tersebut dapat memberikan kedamaian dan stabilitas di beberapa wilayah Indonesia yang rentan memisahkan diri,” kata Fadli Zon saat mengikuti pertemuan Delegasi BKSAP DPR RI dengan Parlemen Serbia, dilansir dari Dpr.go.id (12/12/2021).

Dalam kesempatan ini, Delegasi BKSAP bertemu dengan United Valley (Ujedinje Doline) – Sda Sandzak Parliamentary Group, yaitu kelompok anggota parlemen minoritas di Parlemen Serbia. Delegasi bertemu dengan Imamovic Enis (Wakil Kelompok), Argjend Bajrami, Selm Kucevic dan Mirsad Hodzic. Menurut Fadli, para Anggota Parlemen Serbia ini ingin belajar belajar terkait desentralisasi dalam bingkai demokrasi, mengingat Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

“Secara prinsip, Indonesia memberikan kewenangan secara longgar kepada pemerintah daerah untuk menentukan kebijakannya selain antara lain pencetakan uang, pertahanan, dan hubungan luar negeri. Upaya lain dalam menjaga integritas, Indonesia menempuh kebijakan pemekaran pemerintah daerah,” jelas Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini.

Diketahui, dengan United Valley (Ujedinje Doline) – Sda Sandzak Parliamentary Group merupakan satu-satunya oposisi di Parlemen Serbia yang ada sejak sistem multipartai diberlakukan di Serbia 40 tahun lalu. Kelompok ini menurut dia adalah himpunan kelompok minoritas yang memperjuangkan hak-hak minoritas secara konstitusional. Melihat hal tersebut, Fadli Zon menegaskan oposisi sangat penting bagi pembangunan demokrasi. Menurut dia, tanpa oposisi maka tak ada demokrasi. (Uli)