Kendaraan Listrik Bukan Satu-satunya Cara Mengatasi Emisi Karbon Industri Otomotif

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 10 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Kendaraan listrik kini tumbuh dengan sangat cepat, semakin  banyak pabrikan otomotif dunia melakukan pengembangan terhadap mobil ramah lingkungan tersebut.

Namun, pendapat berbeda diutarakan oleh Ketua Asosiasi Industri Otomotif Italia (ANFIA) Paolo Scudieri, yang menyatakan kendaraan listrik bukan satu-satunya cara untuk mengurangi emisi karbon dari industri otomotif.

Terdapat teknologi lain untuk mengatasi masalah lingkungan tersebut, namun tetap mempertahankan pengetahuan dan lapangan pekerjaan di Italia.

“Saya mengacu kepada kontribusi nyata, bahwa biofuel dan bahan bakar sintetis, serta hidrogen dapat memberikan itu,” tegas Scudieri, seraya menambahkan industri otomotif Italia sudah melakukan investasi besar untuk hidrogen, dilansir dari Liputan6.com (08/06/2022).

Sementara itu, biofuel dan bahan bakar sintetis tengah dikembangkan untuk memungkinkan versi modifikasi dari mesin pembakaran internal. Jadi, untuk mobil bensin atau solar bisa terus digunakan, dibanding harus beralih ke mobil listrik baterai atau BEV.

Selain itu, Scudieri mengatakan, teknologi BEV yang saat ini didominasi oleh produsen Asia, akan menyebabkan 73 ribu pekerjaan hilang di Italia pada tahun-tahun mendatang. Jumlah tersebut, tentu saja tidak bisa digantikan oleh sekitar 6.000 pekerjaan baru yang akan diciptakan oleh industri kendaraan listrik.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan sekitar 450 pembuat suku cadang mobil di Italia, dari total 2.200 pembuat berisiko bangkrut karena belum mulai mengalihkan produksi ke teknologi listrik.

Pengurangan 100 persen emisi CO2

Sebagai informasi, Komisi Eropa telah mengusulkan pengurangan 100 persen emisi CO2 pada 2035. Target tersebut, merupakan bagian dari paket kebijakan perubahan iklim lebih besar yang diumumkan tahun lalu.

Parlemen di Eropa akan mengadakan pertemuan tentang sejumlah kebijakan iklim, termasuk rencana untuk secara efektif melarang mobil bermesin bahan bakar konvensional pada 2035.

“Setiap suara akan dihitung, dan keinginan saya adalah anggota parlemen kami akan memilih juga dengan mempertimbangkan kepentingan negara,” pungkasnya. (Uli)

loading...