Kenapa Wanita Yang Rajin Berolahraga Lebih Horny Dari Yang Tidak?

FOTO: okezone.com/indolinear.com
Selasa, 12 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta – Gaya hidup sehat terbukti membawa kebaikan untuk tubuh manusia. Selain panjang umur, tentunya kualitas hidup menjadi lebih baik dan dengan begitu Anda bisa produktif dalam hidup.

Tidak hanya pria yang sudah giat menjalankan gaya hidup sehat, khususnya berolahraga, perempuan pun mulai rutin berolahraga. Kebanyakan dari mereka melakukan olahraga gerakan yang membakar lemak dengan tanpa mengangkat beban. Beberapa lainnya memanfaatkan kelas dance untuk mengecilkan perut atau mengencangkan bagian tubuh.

Rutinnya berolahraga pada perempuan ternyata selain membawa dampak ke kesehatan, ternyata juga berdampak langsung pada ke urusan ranjang. Percaya atau tidak, perempuan berolahraga ternyata lebih horny daripada perempuan yang tidak berolahraga. Ini bisa dilihat dari jumlah pria yang berada di sekitarnya.

Dilansir dari Okezone.com (11/03/2019), perempuan sporty memiliki lebih banyak kekasih. Mereka 73 persen lebih mungkin tidur dengan setidaknya 10 pria daripada mereka yang tidak berolahraga. Temuan ini dipublikasikan di BMJ Sexual & Reproductive Health. Para ahli percaya menjadi bagian dari klub olahraga atau tim dapat memberi mereka peluang lebih besar untuk bertemu pasangan.

Peminum dan perokok juga lebih dari dua kali lebih mungkin untuk memiliki 10-plus kekasih dibandingkan dengan yang tidak melakukan hal tersebut. Ini dikarenakan kecenderungan pengambilan risiko.

Lebih lanjut, sekitar satu dari lima pria mengatakan mereka memiliki kemampuan untuk menaklukkan lebih dari satu perempuan. Sementara itu, pada kasus perempuan, ini terjadi pada satu dari 12 wanita.

Kemudian, penelitian ini juga menemukan data kalau laki-laki berpenghasilan di atas rata-rata memiliki pasangan lebih dari satu atau setidaknya banyak perempuan di sekitarnya. Biseksual perempuan dan pria homoseksual juga lebih mungkin memiliki pasangan lebih banyak daripada rata-rata.

Para ilmuwan di Universitas Anglia Ruskin mempelajari data relationship ini pada 7.000 pasangan di atas usia 50-an. Tujuannya untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang terkait dengan jumlah pasangan seksual seumur hidup yang mereka miliki.

Mereka berharap temuan ini dapat membantu dokter mengidentifikasi individu yang berisiko paling tinggi terhadap IMS dan komplikasi kesehatan terkait kehidupan mereka. (Uli)