Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi? Berikut Penjelasannya

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 15 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Gempa besar menghantam Jepang pada Sabtu (13/2/2021) dengan pusat di pinggir pantai Fukushima Tohoku utara Jepang jam 23:08 waktu Jepang (21:08 WIB).

Dilansir olehTribunnews.com (14/02/2021), pascagempa, sekitar 100 orang mengalami luka-luka.

Sejauh ini tidak ada laporan korban meninggal dunia.

Badan meteorologi geofisika Jepang mengumumkan tidak ada tsunami.

Tetapi gempa telah memicu pemadaman listrik yang meluas.

Gempa ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum peringatan 10 tahun bencana Jepang, pada 11 Maret 2011.

Gempa yang baru saja terjadi di Jepang ini, merupakan gempa susulan dari gempa tahun 2011 yang memicu kehancuran nuklir Fukushima Daiichi.

Tidak hanya itu, gempa pada 2011 tersebut memicu tsunami yang meluluhlantakkan seluruh kota dan desa.

Akibat dari peristiwa itu, lebih dari 18.000 orang tewas.

Gempa bumi sering terjadi di Jepang, yang berada di cincin api Pasifik, salah satu daerah seismik paling aktif di dunia.

Jepang menyumbang sekitar 20% gempa bumi di dunia dengan kekuatan 6 scala richter atau lebih besar.

Kenji Satake, seorang profesor di institut penelitian gempa bumi Universitas Tokyo, mengatakan kepada kantor berita Kyodo.

“Karena (gempa tahun 2011) adalah gempa yang sangat besar dengan kekuatan 9,0 scala richter, tidak mengherankan jika ada gempa susulan (seperti saat ini),” ujarnya.

Penyebab Gempa Bumi di Jepang

Kepulauan Jepang terletak di daerah di mana beberapa lempeng benua dan samudera bertemu.

Inilah penyebab seringnya gempa bumi dan banyaknya gunung berapi serta mata air panas di seluruh Jepang.

Pengukuran Gempa

Skala “shindo” Jepang untuk mengukur gempa bumi lebih umum digunakan di Jepang daripada skala richter untuk menggambarkan gempa bumi.

Shindo mengacu pada intensitas gempa bumi di lokasi tertentu, yaitu apa yang sebenarnya dirasakan orang di lokasi tertentu.

Sedangkan skala richter mengukur besarnya gempa, yaitu energi yang dilepaskan oleh gempa di pusat gempa.

– Shindo 1: Gempa ringan yang hanya dirasakan oleh orang yang tidak bergerak

– Shindo 2-4 : Gempa minor yang tidak menimbulkan kerusakan

– Shindo 5 : Benda – benda mulai berjatuhan

– Shindo 6-7 : Gempa yang cukup parah mengakibatkan kerusakan berat

Masyarakat Jepang Siap Siaga

Setiap rumah tangga yang ada di Jepang harus menyimpan perlengkapan bertahan hidup dengan senter, radio, kotak P3K dan makanan serta air yang cukup untuk bertahan selama beberapa hari pasca gempa.

Para masyarakat Jepang diimbau untuk tidak meletakkan benda berat di tempat yang mudah terjatuh saat gempa dan menyebabkan cedera.

Selain itu, mereka dilatih untuk membiasakan diri untuk datang ke tempat evakuasi pada area yang telah ditentukan saat gempa terjadi. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: