Kenapa Angka 0 Disebut “Love” dalam Olahraga Bulu Tangkis?

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Minggu, 15 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Pemenang dalam permainan bulu tangkis adalah pemain yang lebih dahulu mendapatkan nilai 21 dalam setiap gimnya.

Adapun jumlah gim dalam bulu tangkis yaitu dua-tiga gim. Jika imbang 1-1, laga dilanjutkan ke gim ketiga.

Pada saat memulai pertandingan, wasit atau umpire akan menyebut “love all” yang berarti skor dimulai dari 0-0.

Setelah itu wasit akan melanjutkan dengan menyebut one-love yang berarti 1-0.

Kenapa 0 (nol) disebut love dalam bulu tangkis? Padahal, jika mengambil dari Bahasa Inggris akan menggunakan istilah zero atau nil.

Di sisi lain, secara harfiah dalam bahasa Inggris, love berarti cinta, bukan angka 0.

Dikutip dari Kompas.com (14/05/2022), penyebutan angka 0 dengan love sudah terjadi sejak lama.

Selain di bulu tangkis, penyebutan love untuk 0 juga terjadi dalam permainan tenis lapangan.

Awal mula penggunaan istilah love untuk mengartikan 0 bermula dari bahasa Perancis.

Dalam bahasa Perancis dikenal istilah “l’oeuf” yang berarti telur. Bentuk telur tersebut mirip dengan angka 0 dan acapkali digunakan dalam kamus olahraga.

Namun, karena sulitnya pengejaan bahasa Perancis oleh orang Inggris, kata love lebih dekat dengan pengejaan “l’oeuf”.

Seiring berjalannya waktu, love lebih sering digunakan oleh khalayak umum daripada l’oeuf. Pada teori lainnya, dalam bahasa Belanda dan Flemish (bahasa Belanda dengan dialek Belgia), kata ‘of berarti kehormatan.

Dalam konteks olahraga, siapa pun yang berjuang untuk mencetak gol tetap bermain untuk kehormatan. (Uli)

loading...