Kemudahan Berusaha RI Seharusnya Bisa Naik di Atas 11 Tingkat

Kamis, 29 Oktober 2015
Jakarta | Uploader Arif
loading...

JAKARTA – Deputi Bidang Perencanaan Modal BKPM Tamba Hutapea mengatakan, peringkat kemudahan berusaha di Indonesia bisa meningkat lebih dari apa yang sudah dirilis oleh World Bank Group melalui survei Ease of Doing Business (EODB) 2016.

World Bank Group merilis kemudahan berusaha di Indonesia meningkat 11 peringkat dari sebelumnya peringkat 120 menjadi peringkat 109 dari 189 negara yang disurvei oleh World Bank Group.

Untuk meningkat lebih tinggi, Tamba menyebutkan, ada beberapa perbaikan yang dilakukan yang berada di luar periode survei serta terdapat beberapa perbaikan yang dilakukan yang belum tersosialisasikan dengan baik.

“Contohnya perbaikan layanan yang dilakukan oleh PTSP DKI Jakarta dan Surabaya yang dilakukan setelah periode perhitungan, ini belum masuk hitungan sehingga tidak berdampak pada hasil survei,” kata Tamba di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (28/1/2015).

BKPM mencatat setidaknya ada dua indikator yang telah dilakukan oleh pemerintah namun tidak masuk dalam penilaian survei EODB 2016 World Bank Group. Yaitu, indikator memulai usaha dan penegakan kontrak.

“Perbaikan yang telah dilakukan adalah terkait pemesanan nama yang bisa dilakukan oleh semua orang tanpa notaris, namun demikian karena belum disosialisasikan secara meluas maka belum banyak pengusaha yang tahu,” tambahnya.

“Oleh karena itu, ke depan kementerian teknis, lembaga pemerintah nonkementerian, pemerintah DKI Jakarta dan Surabaya perlu menyosialisasikan berbagai reformasi kebijakan terkait kemudahan berusaha yang telah dilakukan,” sambungnya.

Hal ini, sambung Tamba, berkaitan dengan penyederhanaan prosedur dan waktu pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang pengurusannya dapat diurus pararel tiga hari sejak Agustus 2015 atau diluar dari periode survei.

Indikator lainnya yang juga positif adalah enforcing contract yang menunjukan peningkatan dari posisi sebelumnya 172 menjadi 170. Yang mana, penegakan kontrak ini terdapat penyederhanaan prosedur klaim sederhana yang diterbitkan oleh Mahkamah Agung pada Agustus 2015.

Oleh karena itu, kata Tamba, peringkat kemudahan berusaha Indonesia akan terus mengalami perbaikan lantaran ada beberapa perbaikan yang telah dilakukan namun belum dihitung pada survey EODB 2016 World Bank Group.

“Kami akan terus melakukan perbaikan-perbaikan sehingga peringkat kemudahan berusaha akan terus meningkat,” tutupnya.

(rzy)

Sumber : Okezone.com