Kementerian PU Gelontorkan Rp 200 miliar

Jumat, 19 Februari 2016
loading...

Indolinear.com, Tangsel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) maret ini mengerlontorkan Rp 200 miliar untuk pembayaran ganti untung lahan tol Serpong Kunciran (Serkun). Rp 200 miliar untuk 115 bidang di Kelurahan Jombang Ciputat dan Paku Jaya, Serpong Utara.

Pejabat Pembuat Kebijakan (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Ahmad Sjahrial Ritonga mengatakan saat sedang memproses pengajuan dari warga Kelurahan Jombang Ciputat sebanyak 30 bidang. Sedangkan kelurahan Paku Jaya sebanyak 85 bidang sehingga total 115 bidang.

“Kami saat ini sedang memproses pengajuan baru berkas-berkas dan dibuat rencana kas (renkas). Setelah selesai kemudian diajukan ke Rencana Kerja (Renja) untuk dapat pencairan,” katanya saat dihubungi.

Ia mengestimasikan dari 115 bidang tanah ditaksir antara Rp 200 miliar. Adapun masa proses pencairan dari pengajuan berkas pemilik tanah ke PU sekitar 3 minggu. Maka Ahmad sapaan akrabnya memastikan sekitar pertengahan Maret dapat dicairkan.

“Proses pengajuan pembayaran paling lama tiga minggu saja. Kemungkinan antara pertengahan Maret mendatang sudah dapat dibayarkan,” tegasnya.

Masih menurut ia, untuk Jombang sendiri pembebasan tol Serkun dari 359-anbidang sudah dibayarkan 150-an bidang. Sedangkan untuk Kelurahan Paku Jaya ada 300 bidang dan sudah dibayarkan sekitar 87 bidang. Dalam pembebasan itu ia katakan menemukan banyak kendala.

“Kendala lapangan itu selalu muncul misalkan soal surat-surat yang bermasalah oleh pemiliknya misalkan masih ahli waris dan banyak hal. Namun tetep akan terus dikejar hingga lahan yang sudah ditergetkan selesai,” pungkasnya.

Sambil menunggu proses pengajuan pembayaran, Ahmad menjelaskan awal Maret akan melakukan penyampaian harga bersama Badan Pertahanan Nasional (BPN) di kelurahan Jelupang dengan luas 200 bidang. “Agenda dalam waktu dekat ini sambil menunggu proses pencairan akan melakukan penyampaian harga pada warga Kelurahan Jelupang,” tegasnya.

Dari total sekitar 1500 bidang Tol Sercun yang sudah dibayarkan sekitar 40 persen sudah dibebaskan. Tol Sercun sendiri memiliki panjang 10,14 kilometer mulai dari Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong hingga Kunciran Kota Tangerang.

“Presentase yang sudah dibayarkan cukup lumayan meski harus menghadapi banyak karakter orang dan ini yang kami temui dilapangan,” bebernya.

Nanti setelah selesai penyampaian harga di Kelurahan Jelupang, tim panitia pembayaran lahan Tol Sercun akan lakukan penyampaian di Kelurahan Pondok Jagung Timur, Parigi Baru dan Parigi Lama. Kemudian bergeser ke Rawa Mekar Jaya. Dengan memasang target 2016 harus selesai semua.

“Kami mentargetkan 2016 ini harus rampung semua. Harus optimis demi pembangunan untuk negara,” jelasnya.

Ahmad juga menjelaskan jangka 90 hari setelah pembayaran secara aturan dapat membongkar. Namun sejak Desember tahun 2015 lalu pihaknya belum membongkar, proses sambil berjalan nanti. “Kami belum membongkar sejak dibayarkan Desember tahun lalu karena belum mencapai tiga bulan,” tambahnya.

Camat Serpong Utara, Bani Khosuyatullah menegaskan sosialisasi pembebasan lahan sudah dilakukan sejak lama. Tinggal menunggu pembayaran saja. selama ini sebut ia warganya mendukung upaya pembangunan pemerintah.

“Kami sampaikan bahwa mereka dalam melakukan sosialisasi sudah lama dilakukan tinggal menunggu pembayaran. Warga hampir sebagian besar pro untuk pembangunan dan kami belum mendengar adanya aduan penolakan,” jelas Bani.

Adapun jika terdapat warga yang menolak disebabkan soal harga, itu kewenangannya langsung dengan BPN yang menangani. Dirinya sebagai pejabat kewilayahan hanya mengarahkan dan mendorong bahwa program pemerintah harus tetap terwujud.

“Soal harga itu harus disampaikan ke BPN, kami yang ada di wilayah terus mendorong bagaimana mereka memahami jalan tol untuk pembangunan jangka panjang yang harus didukung,” pesan ia. (sophie)