Kementerian Perdagangan Pasok Tiga Ton Bawang Putih ke Pasar Serpong

FOTO: sopy/indolinear.com
Minggu, 12 Mei 2019

Indolinear.com, Tangsel – Harga bawang putih yang sempat meroket di harga Rp 80 ribu perkilogram, kini sudah berangsur menurun.

Kementerian Perdagangan turut mencermati harga bawang putih dalam dua minggu terakhir ini. Maka dari itu, Kementerian Perdagangan memfasilitasi kerjasama antara importir dan distributor bawang putih dengan pemerintah daerah.

Dan, Kementerian Perdagangan sudah meluncurkan 375 ton bawang putih ke 13 provinsi di Indonesia.

“Dari fasilita3si ini, kami meluncurkan tujuh ton bawang putih. Empat ton di Pasar Anyar, Tangerang dan tiga ton di sini (Pasar Serpong) untuk menjual kepada para pedagang,” ucap Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina di Pasar Serpong pada Sabtu 11 Mei 2019.

Lanjutnya, alasannya menjual kepada para pedagang agar tidak menyaingi para pedagang bawang putih. Dan, pedagang bisa mendapatkan satu karung bawang putih seberat 18 kilogram dengan harga perkilogramnya Rp 25 ribu.

“Operasi pasar ini tujuannya bukan menjual langsung pada konsumen, tapi kepada para pedagang. Sehingga kita tidak menyaingi pedagang, jadi rantai untuk sampai ke konsumen tetap ke pedagang. Pedagang dapat harga termurah yaitu 25 ribu perkilogramnya, kemudian harus menjual tidak boleh lebih mahal dari Rp 32 ribu perkilogram,” paparnya.

Srie juga sempat berbincang dengan salah satu pedagang, bahwa pada intinya saat ini harga bawang putih sudang berangsur menurun.

“Kalau tadi ada pedagang bawang putih bilang sebelumnya Rp 80 ribu perkilo dan sekarang berangsur-angsur turun. Sekarang Rp 60 ribu ada yang Rp 50 ribu. Diharapkan ini akan terus terjadi penurunan signifikan sampai harga normal kembali sampai yang kita inginkan Rp 32 ribu untuk di pasar rakyat dan Rp 35 ribu di pasar ritel modern,” jelas Srie didampingi Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.

“Mudah-mudahan harga bawang putih dapat kembali ke harga wajar Rp 32 ribu. Insya allah sampai lebaran cukup dan aman,” harapnya.

Sementara, Benyamin Davnie mengatakan bahwa selain bawang putih harga relatif  normal, seperti cabe normal, tomat normal, dan stok tersedia. Bahkan harga cabe mulai turun.

“Harapan kita harga pada posisi dengan nilai ekonomis di masyarakat. Serta bisa membawa rasa aman dan nyaman bagi konsumen selama bulam ramadan, karena biasanya permintaan beberapa item meningkat di bulan ramadan. Makanya kita lakukan operasi pasar disaksikan langsung oleh irjen kementerian perdagangan,” kata Benyamin.(sopy)