Kementerian LHK Mengajak Masyarakat Bersihkan Sungai Ciliwung Serempak Di Enam Lokasi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 5 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan mengajak masyarakat terjun membersihkan Sungai Ciliwung.

Lokasi kegiatan Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung dilakukan serempak di enam lokasi yang mewakili hulu dan hilir yaitu Pasar Cisarua, Kab. Bogor; Katulampa dan Sempur, Kota Bogor; Jembatan Panus dan kolong tol Cijago, Kota Depok; serta Pasar Minggu dan Srengseng Sawah, DKI Jakarta pada Sabtu (4/6/2022).

Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung  tersebut adalah rangkaian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati pada  5 Juni setiap tahunnya.

Gerakan ini diikuti oleh komunitas pecinta Sungai Ciliwung, masyarakat, pelajar, dan Pemerintah.

Kegiatan hari ini merupakan usaha kerja keras yang tidak akan berhenti, dilansir dari Tribunnews.com (04/06/2022).

Fokus Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2022 yang mengajak masyarakat dunia untuk hidup secara berkelanjutan dan harmonis dengan alam adalah semangat yang harus dijaga dan diajarkan kepada siapa pun, khususnya generasi muda.

Sudah saatnya generasi muda mengambil aksi dan sikap, mengoptimalkan koneksi yang ada untuk menyampaikan pesan baik ini.

Kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk memperkuat aksi solidaritas dan kolaborasi aksi lingkungan, khususnya pelestarian lingkungan sungai dan perlindungan dan pengelolaan mutu air.

Kegiatan Gerakan Aksi Bersih Sungai merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh KLHK dengan menggandeng komunitas pecinta sungai.

Melalui aktivitas rutin ini KLHK juga telah memiliki Program Patroli Sungai yang memiliki tugas untuk mengedukasi dan melakukan monitoring pengumpulan sampah di sepanjang sungai.

Program ini sejalan semangat tema nasional “Satu Bumi untuk Masa Depan” yang telah ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tema nasional ini menekankan kepada solidaritas dan kolaborasi aksi lingkungan yang merupakan modalitas untuk mewujudkan keberlanjutan pengelolaan lingkungan.

”Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung hari ini bertujuan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dalam perbaikan kualitas lingkungan khususnya kualitas air sungai. Keterlibatan tersebut agar menyadarkan masyarakat dan merubah mindset masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan,” ucap Nety Widayati, Direktur Pengendalian Pencemaran Air, mewakili Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LHK, Sigit Reliantoro.

Sungai Ciliwung dipilih sebagai lokasi kegiatan mempertimbangkan Sungai Ciliwung sebagai salah satu Daerah Aliran Sungai Prioritas Nasional yang menjadi ikon Ibu Kota Jakarta.

Namun saat ini masih memiliki masalah yang utama yaitu timbunan sampah dari aktivitas pembuangan dari masyarakat di hulu sampai hilir.

Pertimbangan lain dipilihnya Sungai Ciliwung adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya dari seluruh Komunitas Pecinta Sungai yang telah secara konsisten menjaga dan melestarikan Sungai Ciliwung.

Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung dilakukan di dua sisi, bantaran sungai dan permukaan sungai.

Pembersihan yang dilakukan oleh seluruh pesera di 6 wilayah meliputi 4,1 km sepanjang bantaran sungai dan sepanjang 35 km di permukaan sungai.

Dalam Gerakan Aksi Bersih Sungai Ciliwung  berhasil menghimpun 907 orang peserta dan total sampah yang dikumpulkan sebanyak 5.189 kg yang terdiri dari sampah organik dan non-organik.

Sampah non-organik di Sungai Ciliwung masih didominasi oleh sampah kemasan sekali pakai, popok sekali pakai, dan kain.

Sampah yang dikumpulkan lebih lanjut akan diangkut dan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup di lokasi masing-masing.

“Melakukan hal yang kecil dari diri kita melalui mengurangi timbulan sampah dari rumah dengan menggunakan wadah berkali kali pakai, memanfaatkan sampah yang bisa dimanfaatkan, tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membuang sampah di sungai. Sungai adalah ekosistem penting untuk kehidupan manusia dan seharusnya menjadi halaman depan rumah kita,” ajak Nety Widayati. (Uli)

loading...