Kementan Gencarkan Menggelar Pangan Murah Gula Pasir Dan Telur

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 20 Maret 2020

Indolinear.com, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) lakukan gelar pangan murah (GPM) gula pasir dan telur pada10 lokasi pasar di DKI Jakarta. GPM dilakukan dengan merangkul Gapoktan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), Food Station, Charoen Pokphand serta BPD Agro.

“Gelar Pasar Murah ini kita lakukan sebagai upaya pemerintah untuk menekan harga pangan di tanah air,” ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat pelepasan Gelar Pangan Murah di TTIC Pasar Minggu, dilansir dari Tibunnews.com (19/03/2020).

Syahrul mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan memberikan keringanan kepada masyarakat khususnya penyediaan kebutuhan pangan.

“Jangan ada pengusaha untung sendiri, sehingga membuat panik masyarakat. Kami usahakan pasokan pangan terus terjaga. Insya Allah dari hitungan kita cukup,” ujarnya.

Mentan SYL juga menekankan agar masyarakat tidak perlu melakukan panic buying, karena saat ini stok dalam kondisi cukup.

Menurut Mentan SYL, ketersediaan stok beras saat ini tidak kurang dari 3 juta ton dan akan bertambah 8 juta ton pada panen di bulan Maret – April.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan, gelar pangan murah akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga jelang bulan puasa dan lebaran, juga dalam kondisi menghadapi korona.

“Dengan GPM ini kita harapkan harga akan terkendali karena pasokan kita cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” tambahnya.

Lokasi GPM hari ini digelar di 10 pasar yaitu Pasar Kalideres, Pasar Baru Metro, Pasar Kalibaru, Pasar Tanahabang, Pasar Gondangdia, Pasar Pluit, Pasar Glodok, Pasar Tebet Barat, Pasar Rawa Badak, dan Pasar Johar Baru.

Sebanyak 10 kendaraan yang akan didistribusikan melalui GPM ini membawa beras, gula pasir dan telur dengan harga beras 8.500 per kg, gula pasir 12.500 per kg dan telur 23.000 per kg

Harga gula pasir saat ini di Pasar Jakarta berkisar Rp 14.000 – Rp 18.000/kg jauh di atas Harga Acuan Penjualan Gula di Konsumen yang dikeluarkan Kemendag Rp 12.500/kg, dan telur berkisar Rp 25.000 – Rp 28.000/kg, sedangkan Harga Acuan Telur di konsumen Rp 24.000/kg.

Gelar Pasar Murah ini berlangsung selama seminggu, dan bisa diperpanjang bila diperlukan, sampai harga stabil dan terkendali.

Untuk memenuhi kebutuhan gula pasir, Pemerintah sudah menghimbau agar stok gula yang ada di Pabrik Gula dan Distributor agar segera digelontorkan ke pasar.

Pemerintah juga sudah menyetujui untuk mencukupi kebutuhan gula pasir dalam negeri melalui impor gula GKP dan raw sugar. Masyarakat tidak perlu kuatir terhadap ketersediaan gula pasir.

Sementara itu, produksi telur ayam ras juga cukup. Dalam prognosa produksi-kebutuhan telur ayam ras, pada akhir Februari masih ada stok sebesar 27.582 ton, dan setiap bulannya neraca kumulatifnya surplus. Pada akhir Mei masih ada stok 24.906 ton. Jadi tidak beralasan kalau harga telur naik jauh diatas Harga Acuan Penjualan di Konsumen. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya