Kemensos Mulai Mengirimkan Bantuan Bertahap Untuk Pendirian Lumbung Sosial Di Bali

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 26 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Bali – Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos mulai merealisasikan pendirian lumbung sosial di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Plt Direktur PSKBA Iyan Kusmadiana mengatakan ada delapan titik rawan bencana yang akan disiapkan bufferstock.

Hari ini proses penyiapan bufferstock sudah mulai berlangsung.

“Kami sudah koordinasikan lebih lanjut. Tim daerah sedang survei dulu menentukan titik dimaksud. Sementara sudah didapat sebanyak 5 titik,” kata Iyan melalui keterangan tertulis, dilansir dari Tribunnews.com (25/10/2021).

Di antara bantuan yang dalam proses pengiriman berupa makanan anak, matras, family kit, peralatan dapur keluarga, selimut, dan perahu karet.

Secara bertahap, bantuan logistik tetap didorong pengirimannya agar siap lebih awal, sejalan dengan proses identifikasi titik rawan bencana lainnya yang juga sedang berjalan.

Beberapa jenis bantuan didatangkan dari daerah lain.

“Untuk perahu secara bertahap barang tersedia digeser dari gudang regional Makassar,” ucap Iyan.

Iyan mengatakan, pendirian lumbung sosial dimaksudkan sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana, warga tetap terpenuhi kebutuhan makanannya.

Di dalam lumbung sosial akan diisi berbagai kebutuhan logistik yang sangat dibutuhkan warga pada saat terjadi bencana.

Di antaranya, bahan makanan dan bahan bakar minyak.

Demi meminimalkan dampak bencana, Kemensos juga akan mendirikan tenda sebagai titik evakuasi.

“Jadi tidak usah menunggu longsor. Kalau sudah hujan besar, masyarakat bisa menyelamatkan diri dengan bergerak menuju tenda,” ungkap Iyan.

Terkait dengan pendirian lumbung sosial di Trunyan, Kemensos menyalurkan bantuan berupa makanan anak sebanyak 120 paket, matras 100 lembar, family kit sebanyak 100 paket, dan kids ware 100 paket.

Lalu peralatan dapur keluarga 100 paket, tenda gulung 100 lembar, kasur 25 unit, selimut 100 lembar, toren air @1050 liter sebanyak 5 buah, instalasi pipa 5 paket, beras 1.000 kg, dan perahu karet 8 unit.

Pengiriman bantuan ke Trunyan berjalan simultan dengan pengiriman di daerah lain, yakni Pacitan, Tulungagung, Trenggalek, dan Malang.

Iyan mengatakan, untuk Kabupaten Pacitan proses distribusi bantuan untuk lumbung sosial sudah selesai.

“Tim PSKBA akan bertemu Bupati Pacitan dan melakukan survei pembuatan jembatan gantung bersama tim Vertical Rescue Indonesia,” ucap Iyan.

Vertical Rescue Indonesia telah membangun jembatan gantung tali baja pertama di Carstensz Pyramid (Puncak Jaya Wijaya), puncak tertinggi di Indonesia. (Uli)