Kemenhub Memfokuskan Empat Proyek Utama Dalam Rencana Kerja Pemerintah 2021

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 24 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan fokus terhadap empat proyek utama dalan rencana kerja pemerintah 2021.

Empat proyek utama tersebut, menurut Budi Karya, merupakan proyek yang termasuk dalam proritas nasional karena dibiayai melalui belanja kementerian atau lembaga.

Budi Karya menjelaskan, empat hal yang menjadi utama, yaitu termasuk jaringan pelabuhan terpadu yang didalamnya terkait penyelesaian Pelabuhan Patimban, kereta api Makasar-ParePare, sistem angkutan masal perkotaan di enam wilayah metropolitan, dan jembatan udara di wilayah Papua.

“Proyek infrastruktur tersebut telah dimulai pelaksanaanya, dan hingga saat ini masih berlanjut tetapi mengalami perpanjangan waktu pelaksanaan atau multiyears contract,” ucap Budi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, dilansir dari Tribunnews.com (23/06/2020).

Budi Karya juga memaparkan, dalam pelaksanaan pembangunan jalur kereta api Makasar-ParePare yaitu jalur Pangkep-Maros melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha dengan nilai kontrak Rp 2,63 triliun.

“Sementara itu untuk Pelabuhan Patimban juga menggunakan skema yang sama, dan nilai kontraknya sebesar Rp 5,70 triliun,” ujar Budi Karya.

Kemudian lanjut Budi, untuk sistem angkutan masa perkotaan yang di enam wilayah metropolitan telah masuk dalam tahap pelaksanaan dengan nilai anggaran Rp 500 miliar.

“Rincian wiayah sistem angkutan masa perkotaan, meliputi wilayah calon Ibu Kota baru, Medan, Palembang, Surakarta, Yogyakarta dan Denpasar,” kata Budi Karya.

Anggaran sistem angkutan masa perkotaan, ucap Budi, juga termasuk dalam membantu pemerintah daerah menerima bantuan bus rapid transit di wilayah Kalimantan Selatan, Lampung, Pekanbaru, dan Kota Palembang.

“Selanjutnya untuk jembatan udara di wilayah Papua, ditingkatkan total operasinya dari 28 rute menjadi 37 rute untuk mendukung angkutan logistik,” ujar Budi Karya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: