Kemenangan 10 Detik Eko Roni Menjadi KO Terbaik Di ONE Championship

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Rabu, 13 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kemenangan kilat petarung Indonesia atas China menjadi KO terbaik ONE Championship selama tiga bulan terakhir.

Kemenangan KO milik Eko Roni Saputra atas Liu Peng Shuai berada di puncak daftar, bahkan mengalahkan juara dunia Joshua Pacio.

Daftar tersebut didasarkan pada serangkaian KO yang terjadi sepanjang Juli-September. Keindahan, penempatan, dan tingkat kesulitan menjadi beberapa faktor penilaian.

Kemenangan Eko Roni terasa semakin spesial karena terjadi pada 13 Agustus 2021 atau empat hari menjelang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada duel ONE: BATTLEGROUND II itu, Eko melayangkan sebuah pukulan yang membuat sang lawan tersungkur dan tak bisa melanjutkan laga.

Berikut lima KO terbaik yang terjadi sepanjang tiga bulan terakhir di ONE Championship yang dilansir dari Kompas.com (12/10/2021):

  1. Eko Roni Saputra vs Liu Peng Shuai

Dalam empat kemenangan sebelumnya Eko selalu menang cepat dan catatan tersebut berlanjut saat menghadapi Liu Peng Shuai. Sebagai pegulat, Eko lebih sering menang melalui kuncian. Namun, kali ini dia menang lewat cara yang spesial.

Tepat 10 detik sejak laga MMA divisi flyweight itu berjalan, Eko berhasil menumbangkan Liu Peng Shuai lewat tinju keras. Hal ini tampaknya tidak diantisipasi oleh Liu yang masih mencoba meraba jalannya pertarungan.

Saat Liu berupaya mendaratkan tendangan, Eko melihat celah untuk menyerang dan secepat kilat ia melayangkan pukulan. Kemenangan ini juga tercatat sebagai KO tercepat divisi flyweight di ONE Championship.

  1. Joshua Pacio vs Yosuke Saruta

Di tempat kedua, ada kemenangan Joshua Pacio atas Yosuke Saruta. Keduanya merupakan rival bebuyutan yang pernah saling mengalahkan. Namun, alih-alih berjalan ketat, laga perebutan gelar juara dunia ONE Strawweight tersebut berlangsung satu arah.

Dalam ajang bertajuk ONE: REVOLUTION pada akhir September lalu, Joshua Pachio berhasil menuntaskan rivalitas lewat cara yang sempurna. Ketika Yosuke Saruta melayangkan tendangan rendah, Joshua Pacio menjatuhkan sang rival dengan pukulan.

Tak berhenti di sana, Pacio kembali melepaskan serangan beruntun untuk memastikan sang lawan tak bisa bangkit. Kemenangan ini sekaligus mempertegas dominasi Joshua Pacio di divisi strawweight.

  1. Aung La N Sang vs Leandro Ataides

Usai menderita dua kekalahan beruntun hingga kehilangan gelar juara, Aung La N Sang tampil beringas untuk kembali meraih kemenangan.

Hasilnya, pukulan KO Aung La N Sang atas Leandro Ataides pada pertandingan ONE: BATTLEGROUND bulan Juli lalu menempati peringkat ketiga sebagai KO terbaik.

Melalui sebuah kombinasi pukulan, Aung La menunjukkan kualitasnya sebagai mantan pemegang sabuk. Setelah menerjang lawan dengan lutut, Aung La lanjut melepaskan hook.

Beberapa pukulan keras lainnya menjadi serangan pamungkas yang membuat sang lawan tersungkur.

  1. Kim Jae-woong vs Martin Nguyen

Posisi keempat ditempati oleh Kim Jae Woong yang mengalahkan Martin Nguyen dalam laga MMA divisi featherweight di ONE: REVOLUTION pada September.

Keduanya merupakan petarung bertangan baja yang kerap menang KO, tak aneh jika laga tersebut berujung dengan hasil KO pada ronde pertama.

Saat Martin Nguyen coba membuka pertahanan lawan lewat jab, sang rival asal asal Korea Selatan melihat celah dan bergerak cepat untuk mendaratkan sebuah cross kanan tajam.

Pukulan eksplosif tersebut membuat Martin Nguyen tak berdaya. Ia sedang bergerak maju dan tak mengira akan menerima serangan balasan.

Pukulan tersebut cukup untuk membuat Martin kehilangan kesadaran sejenak hingga wasit bergerak cepat untuk menghentikan laga.

  1. Xie Wei vs Dae Hwan-kim

Di posisi kelima ada KO dari Xie Wei saat menumbangkan Dae Hwan Kim di ONE: BATTLEGROUND III pada akhir Agustus lalu.

Saat ronde pamungkas menyisakan beberapa menit, Xie Wei memanfaatkan upaya takedown lawannya untuk balik menyerang lewat pukulan.

Meski Dae Hwan-kim terus berupaya melaju, pukulan KO dari sang atlet China menjadi akhir dari laga.

Xie melayangkan serangan beruntun yang dipuncaki oleh sebuah hook kiri tajam ke ulu hati. Beberapa serangan lanjutan memicu wasit untuk menghentikan laga. (Uli)