Kembangkan Usaha Ekonomi Kreatif Melalui Membatik

FOTO: Eksklusif Dinkop & UKM Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Sebanyak 55 peserta mengikuti Pengembangan Fashion Kreatif Pembuatan Batik dalam rangka Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif di Rumah Batik Setu, Tangsel selama tiga hari mulai 26-28 Maret 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Tangsel ini melibatkan warga Tangsel untuk diberikan pelatihan membatik.

Menurut Kepala Bidang Data, Inovasi dan Teknologi Dinkop dan UKM Tangsel Buldaniridha AP, latarbelakang adanya kegiatan ini karena pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tidak merata, sehingga masyarakat membutuhkan peran serta pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Maksudnya adalah untuk meningkatkan sumber daya masyarakat kreatif, terampil dan produktif melalui Koperasi Rumah Batik Setu sehingga tercipta Kampung Batik Setu,” kata Buldaniridha.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang berdaya guna dan berdaya saing, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan daya saing daerah dan oengembangan usaha Koperasi Rumah Batik Setu.

“Para peserta diberikan materi pengenalan batik dan design batik, praktek mencanting dan mencetak, juga pewarnaan dan pencelupan,” katanya.

Sementara, Plt Kepala Dinkop dan UKM Tangsel Dahlia Nadeak dihadapan para peserta mengatakan bahwa prestasi yang sudah digoreskan dalam lembaran kain pada tiga hari ini sudah terlihat jelas berwarna warni corak keindahannya. Memunculkan nilai hati dan rasa cinta didalam goresan hasil karya ini, menjadi sebuah desain yang bagus sekali dan mempunyai makna yang cukup dalam.

Ini menjadi sebuah kenangan yang indah buat peserta jika menggunakan kain tersebut. Akan terlihat kebanggaan dari hasil karya sendiri. Berjuang lah untuk lebih bagus lagi kedepannya, karena akan kami berikan alat untuk peserta agar  melanjutkan karya lebih indah lagi.

Hasil karya tersebut akan ditampung di Koperasi Rumah Batik Setu.

“Kami berharap karya ini akan berkelanjutan, kita akan bantu pasarkan, sehingga hasil karya bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Kain yang saat ini ada akan kami berikan menjadi modal awal peserta. Satu set alat membatik seperti kompor dan semua bahannya pun kami berikan, tetapi harus dijaga karena itu aset pemerintah. Itu dipakai untuk menambah produk,” ungkap Dahlia.

Dahlia mengatakan bahwa nantinya akan dibuat Kampung Batik di Tangsel, dan akan dijadikn destinasi batik yang akan dikerjasamakan dengan travel. Sehingga travel akan membawa wisatawan untuk melihat hasil karya yang dikoordinir oleh Koperasi Rumah Batik Setu.(ADV)