Kekalahan Conor McGregor Telah Diprediksi Oleh Promotor Tinju Ternama

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Selasa, 2 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Promotor tinju ternama dari grup Matchroom Sport, Eddie Hearn, telah memprediksi kekalahan petarung kelas ringan UFC, Conor McGregor.

Conor McGregor yang sempat absen 12 bulan kembali tampil di atas oktagon dengan menghadapi Dustin Poirier.

Duel antara Conor McGregor dan Dustin Poirier yang menjadi bagian dari gelaran UFC 257 berlangsung di Pulau Yas, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Hasilnya, Conor McGregor yang lebih diunggulkan justru takluk dari Dustin Poirier. Dia dinyatakan kalah TKO pada pertengahan ronde kedua.

Sebelumnya, dia pernah takluk di hadapan Nate Diaz dan jawara kelas ringan UFC, Khabib Nurmagomedov.

Kekalahan McGregor kemudian mengundang respons dari berbagai pihak, termasuk Eddie Hearn yang sejatinya lebih aktif mengurusi pertarungan tinju.

Eddie mengklaim bahwa dirinya sudah memprediksi kekalahan McGregor sebelum pertarungan kontra Dustin Poirier dimulai.

“Saya suka Conor McGregor. Saya menonton wawancara yang dia hadiri sebelum pertarungan, dan saya berpikir, ‘dia tidak akan memenangi pertarungan itu’,” kata Eddie Hearn seperti dikutip dari Kompas.com (01/02/2021).

“Saya seharusnya mengunggahnya atau melakukan sesuatu karena dengan begitu saya akan terlihat jenius,” ujar Eddie Hearn.

Lebih lanjut, Eddie Hearn mengutarakan pendapat soal penyebab kekalahan McGregor.

Menurut Eddie Hearn, salah satu penyebab kekalahan McGregor adalah kurangnya motivasi menjelang pertarungan.

Eddie Hearn merasa McGregor tidak bersikap seperti haus akan kemenangan.

Di mata Eddie Hearn, kekalahan dari Poirier mungkin bisa menjadi titik balik dan membangkitkan hasrat McGregor.

“Sangat sulit untuk memiliki motivasi yang sama. Mungkin kekalahan itu akan mengembalikan rasa laparnya,” tutur Eddie Hearn.

Setelah takluk dari Dustin Poirier, Conor McGregor menegaskan bahwa dirinya akan kembali berlatih untuk menjadi lebih kuat.

Dia ingin pertandingan ulang melawan Poirier bisa digelar sebagai upaya balas dendam. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: