Kejar Mimpi Bekasi Menggelar Pengabdian Di TPST Bantargebang

FOTO: beritasatu.com/indolinear.com
Rabu, 6 Juli 2022

Indolinear.com, Bekasi – Program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Social Contribution Journey of Bekasi (Story of Bekasi)” telah terlaksana pada 8-12 Juni 2022 di Yayasan Nur Jadiid, yang terletak persis di belakang gunung sampah TPST Bantargebang, Kota Bekasi.

Acara ini diinisiasi oleh Kejar Mimpi Bekasi by CIMB Niaga berkolaborasi dengan 3 komunitas film yaitu; Seroadja, Someone Studios, dan CM Production.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara offline selama 5 hari. Kegiatan belajar mengajar berbasis pada project-based learning dengan menanamkan pilar pendidikan, lingkungan serta pembangunan ekonomi. Acara ini dihadiri oleh 35-50 anak dengan rentang usia 6-12 tahun, yang mayoritas di antaranya masih kesulitan untuk membaca (tunaaksara). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang belum memiliki kesempatan bersekolah formal.

Kegiatan dibuka dengan pembawaan dongeng bertema cita-cita oleh Kak Nia Ramlan, dilanjut dengan pengenalan ragam profesi untuk membangkitkan semangat bermimpi para peserta. Selain itu, adik-adik juga bernyanyi sambil belajar alfabet dan angka.

Di hari kedua, para peserta mempelajari jenis-jenis sampah dan cara memanfaatkan sampah dengan baik. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik melukis sampah gelas plastik untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam mengelola sampah menjadi produk yang lebih bernilai.

Sementara itu, pada hari ketiga peserta mempelajari manajemen keuangan sederhana dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. Masing-masing peserta juga diberikan celengan dan melakukan simulasi menabung untuk menumbuhkan kebiasaan baru dalam mengelola keuangan.

Hari keempat dimulai dengan pelaksanaan senam pagi dan dilanjut dengan menonton film Nussa dan Rara. Sebagian peserta juga berkolaborasi dalam proses pembuatan film dokumenter. Setelahnya, para peserta mengasah keterampilan mereka dengan membuat kerajinan tangan dari tanah liat.

Pada hari kelima, puncak acara diselenggarakan. Berbagai lomba disajikan di sore hari dan berlanjut dengan pelaksanaan Pentas Seni di malam harinya. Para peserta diajak untuk berani tampil dengan bernyanyi, bermain kasidah, dan menceritakan kesan pesan mereka selama pembelajaran.

“Terima kasih kakak-kakak, sudah mengajar di sini. Aku seneng banget. Aku sayang kakak semua,” ucap Putri, salah satu peserta Story of Bekasi. Acara kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Laskar Pelangi bersama, dilansir dari Beritasatu.com (05/07/2022)

“Semoga 5 hari yang telah kami kami dedikasikan akan bermanfaat hingga 5 sampai 50 tahun ke depan,” ucap kak Soraya, Leader Kejar Mimpi Bekasi.

Selain kegiatan belajar mengajar, kegiatan ini juga akan menghasilkan film documenter di balik gunung sampah berjudul “Cerita Kecil Sejuta Mimpi”. Kejar Mimpi Bekasi juga menyumbangkan sejumlah inventaris berupa papan tulis, meja belajar, celengan dan poster alphabet untuk anak-anak di yayasan. (Uli)

loading...