Kecanduan Game Semalam Suntuk, Seorang Remaja Meninggal Di Depan Komputer

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 7 November 2019

Indolinear.com, Thailand – Seorang remaja asal Thailand tumbang dan meninggal di depan komputernya setelah semalam suntuk bermain game.

Diakui oleh orang tuanya, sang anak bermain game komputer sepanjang waktu liburan sekolahnya.

Piyawat Harikun (17) menjalani hari libur sekolahnya mulai akhir bulan Oktober dengan bermain game komputer di rumahnya, di Udon Thani, Thailand Utara.

Ia menggunakan waktu luang untuk bermain multiplayer battle games di kamarnya.

Orang tuanya menuturkan anak laki-lakinya tersebut sering terjaga semalam suntuk saat bermain game komputer, seperti yang dilansir dari Tribunnews.com (06/11/2019).

Penuturan Orangtua: Korden Ditutup, Tak Boleh Masuk Kamar

Berdasarkan penuturan orang tuanya, sang anak sering menutup korden jendelanya saat main game dan rela menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputernya.

Lantaran khawatir, orang tuanya juga tak jarang mengiriminya makanan ke kamar namun sang anak selalu mencegahnya masuk.

Pernah juga diingatkan untuk berhenti atau setidaknya ada jeda, namun ia menolak menghentikan perhatiannya dari depan layar monitor.

Tubuh Ambruk di Bawah Meja

Sang ayah, Jaranwit, seorang perwira angkatan udara, mengaku pergi ke kamar anaknya pada Senin, (5/11), siang hari.

Ia kemudian menemukan tubuh anaknya ambruk dari kursi komputer ke lantai dan merosot di bawah meja dan PC komputer.

Di bawah meja terdapat setumpuk kardus dan sebotol minuman bersoda di dekat kakinya.

Sementara headphone miliknya berada di atas PC komputer.

Ia mengatakan, “Aku panggil namanya lalu bilang ‘bangun, bangun’, tapi tak ada respon. Aku pastikan ia meninggal”.

Meninggal Karena Stroke

Tim medis yang datang ke lokasi kejadian melakukan pemeriksaan tubuh anak tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dinyatakan oleh tim medis bahwa sang anak meninggal karena stroke, yang mereka percaya disebabkan karena bermain komputer sepanjang malam tanpa henti.

Jaranwit mengakui bahwa anaknya adalah seorang pecandu game komputer.

Ia juga mengakui bahwa anaknya cerdas di sekolah.

“Anakku cerdas dan selalu hebat di sekolahnya, namun ia punya masalah utama dengan kecanduan game”

“Aku sudah peringatkan dia untuk berhenti main game berjam-jam. Dia juga sudah janji untuk menguranginya, namun itu terlambat sekarang”

“Anakku sudah terlanjur mati sebelum berkesempatan mengubah kebiasaannya”

Kejadian yang menimpa sang anak, membuatnya turut memperingatkan orang tua lainnya agar tak mengizinkan anaknya kecanduan game.

“Aku ingin kematian anakku menjadi contoh dan peringatan bagi para orangtua yang memiliki anak yang kecanduan games”

“Para orang tua diharapkan bisa lebih membatasi jam bermain games anaknya jika tak mau seperti yang aku alami” kata sang ayah.

Jenazah remaja ini telah dibawa ke rumah sakit dan vihara terdekat.

Sang ayah dan keluarga yang berduka mengantarkannya sampai ke makam. (Uli)

INDOLINEAR.TV