Kecamatan Setu Wakili Tangsel Jadi Kecamatan Sayang Ibu

FOTO: net/indolinear.com
Rabu, 21 Oktober 2015

Indolinear, Tangsel – Kecamatan Setu menjadi perwakilan dari lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang diselenggarakan oleh Provinsi Banten. Bersama dengan kelurahan Bakti Jaya, PKK, BPMPPKB dan lainnya Kecamatan Setu telah mempersiapkan lomba ini sejak satu bulan lalu.

Camat Setu Wahyudi Leksono mengatakan selama persiapan, kini pihaknya telah melengkapi data yang ada.

“Ruang administrasi sudah ada, data dari bidan atau puskesmas tentang ibu hamil semakin baik, di ruang pelayanan ada ruangan laktasi yang dilengkapi lemari pendingin penyimpanan asi, taman bermain, dan lainnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Kelurahan Bakti Jaya menjadi perwakilan lokasi percontohan yang juga akan dinilai oleh juri. Kelurahan Bakti Jaya memiliki website yang sangat baik. Didalamnya terdapat kanal GSI yang meliputi berbagai aspek.

Yakni, Kelurahan Sayang Ibu, Alur Rujukan, Donor Darah Berjalan, Ambulan Desa, Data Kesehatan Bakti Jaya, SK PKK dan GSI, Data Wilayah.

“Didalam Alur Rujukan, masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan pemeriksaan secara gratis. Didalam kanal Data Wilayah, terdapat peta yang jika di klik akan keluar data ibu hamil, lokasi posyandu, dan lokasi puskesmas. Masyarakat juga bisa memperoleh nomer Ambulan Desa disana,” terang Wahyudi.

Dengan kemajuan teknologi seperti ini, ibu hamil maupun masyarakat akan merasa lebih mudah mendapatkan informasi. Didalamnya pun terdapat kontak person yang siap membantu jika terdapat masalah.

Sementara tim penilai dari Provinsi Banten yakni Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender dan Kualitas Hidup Perempuan (PUG dan KHP) BPPMD Provinsi Banten Isna Setiasih menjelaskan, dalam penilaian lomba ini dikategorikan beberapa aspek yakni Rumah Sakit Sayang ibu, Kecamatan Sayang Ibu, BKB, Pengelola BKB, dan Perusahaan Sayang Ibu.

Dia mengungkapkan, disamping kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, GSI merupakan salah satu program perempuan yang ikut berperan dalam pembangunan.

“Untuk itu, melalui GSI mari kita tingkatkan kualitas hidup perempuan di Provinsi Banten demi tercapainya kesejahteraan dan keadilan gender,” ujarnya.(sophie)