Kebiasaan Makan Malam Buat Gemuk, Mitos Atau Fakta?

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Minggu, 17 Juli 2022

Indolinear.com, Jakarta – Bukan lagi rahasia jika makan malam selalu dikaitkan dengan penambahan berat badan.

Padahal, makan malam sama seperti makan di waktu lainnya. Setiap kalori yang masuk, tetap saja berupa kalori.

Artinya, terlepas dari kapan kita menyantap makanan, hal itu dapat berpotensi meningkatkan berat badan, apalagi jika ditambah kebiasaan makan berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik.

Para pakar nutrisi menyebutnya sebagai teori umum bahwa pengendalian berat badan, tergantung seberapa banyak kalori yang masuk dan keluar.

“Tidak masalah jam berapa Anda makan.” “Kegemukan adalah tentang makanan apa dan berapa banyak Anda makan, serta berapa banyak aktivitas fisik yang dilakukan.” “Itulah yang menentukan apakah berat badan Anda bertambah, berkurang atau stabil.” Demikian yang dilansir dari Kompas.com (16/07/2022).

Mitos makan malam bikin gemuk dan faktanya  

Anggapan makan malam bikin gemuk kerap disandingkan dengan sejumlah penelitian. Misalnya dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Obesity.

Fakta dari penelitian itu menyebutkan ada sejumlah faktor yang seolah membenarkan bahwa makan malam bisa membuat tubuh semakin gemuk. Faktor tersebut adalah perihal kebiasaan. Pada malam hari, orang-orang cenderung makan berlebihan bahkan ketika menikmati sajian yang tinggi kalori.

Asupan kalori per hari pada umumnya dikalkukasikan setiap hari. Ketika makan malam kita mengonsumsi makanan tinggi kalori, total kalori yang masuk bisa saja melebihi batas yang seharusnya. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah gemuk.

Kemudian ada lagi sebuah riset lain dari Northwestern University yang menyebutkan, makan di malam hari bisa meningkatkan berat badan dua kali lipat. Bahkan efeknya akan sama ketika jumlah total kalori yang dimakan sama seperti saat siang hari.

Namun penelitian tersebut obyeknya menggunakan media seperti tikus, bukan manusia. Satu hal yang perlu dicatat adalah studi yang dilakukan pada tikus tidak begitu relevan dengan manusia. Masih diperlukan penelitian lebih mendalam untuk mengetahui dampaknya bagi manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa makan malam bisa membuat tubuh semakin gemuk adalah mitos.

Sedangkan faktanya, kenaikan berat badan pada seseorang dipengaruhi oleh banyak hal dan bukan karena makan malam saja. Para ahli kemudian memberikan tips agar kita bisa makan malam tanpa dihantui rasa bersalah.

Salah satunya dengan menghindari camilan setelah makan malam. Camilan termasuk makanan yang paling sulit dikontrol jumlah kalorinya. Ketika makan camilan di malam hari, pada dasarnya hasrat itu tidak datang karena rasa lapar, melainkan untuk mengatasi kebosanan atau stres.

Kemudian setelah makan, selalu dibiasakan dengan duduk di depan televisi, komputer hingga rebahan di kasur. Dalam situasi ini jika terus berlanjut, maka dampaknya tubuh akan semakin gemuk.

Di samping itu dampak bagi kesehatan ketika makan di waktu berdekatan dengan waktu tidur dapat mengganggu sistem pencernaan dan gangguan tidur.

Tips menerapkan diet yang ideal  

Tidak ada yang salah dengan makan makanan ringan dan sehat setelah makan malam selama itu direncanakan soal kalori hariannya. Agar tidak makan berlebihan, perhatikan jenis makanannya, hindari makan di depan TV, dan pilih camilan yang porsinya terkontrol.

Beberapa pilihan yang terbaik adalah makanan ringan kemasan di bawah 100 kalori, seperti popcorn porsi kecil, es krim, yogurt rendah lemak atau buah-buahan. Saat mencoba menurunkan berat badan, sebaiknya konsumsi makanan setidaknya mencapai 90 persen kalori harian sebelum jam 20.00.

Jadi, penelitian lebih lanjut diperlukan pada manusia untuk menentukan apakah kalori yang dimakan saat malam hari lebih menyebabkan penambahan berat badan daripada yang dimakan di pagi hari. (Uli)