KBRI  Buenos Aires Gelar Kegiatan Idul Fitri Virtual Dengan WNI Di Argentina

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 16 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Buenos Aires – Kedutaan Besar RI di Buenos Aires, Argentina masih harus menggelar tradisi tahunan Idul Fitri secara virtual di tengah lockdown di ibukota Buenos Aires dan sekitarnya.

Salat Ied dan halal bihalal yang menjadi tradisi tahunan pun dilakukan secara hibrid seperti tahun lalu.

KBRI melaporkan rangkaian Idul Fitri diawali lantunan takbir yang disiarkan secara daring dari Wisma Duta mulai pukul 08.30 waktu setempat.

Setengah jam kemudian, hadirin dipersilakan melakukan salat Ied di kediaman masing-masing secara serentak.

Ustadz H. Ika Supriatma yang memimpin sholat Ied di Wisma kemudian naik mimbar dan membawakan khotbah yang dapat disimak oleh jamaah lain di Argentina, Paraguay, dan Uruguay.

Lebih dari 50 masyarakat Indonesia kemudian meramaikan halal bihalal dengan Duta Besar RI Buenos Aires, Niniek Kun Naryatie, secara virtual.

Dalam sambutannya, Dubes Niniek sampaikan kegembiraannya karena dapat menyambut masyarakat Indonesia di acara halal bihalal walaupun secara virtual.

“Semoga tahun depan masyarakat Indonesia bisa merayakan Idul Fitri secara tatap muka,” ucapya seperti dikutip dari Tribunnews.com (15/05/2021).

Dubes Niniek juga menekankan kembali pesan Menlu Retno Marsudi kepada para diaspora Indonesia yang ditayangkan di awal acara, yakni pertama, terus terapkan protokol kesehatan walaupun sudah divaksin. Kedua, patuhi aturan pemerintah setempat untuk keselamatan pribadi dan menjaga nama baik bangsa. Terakhir, terus pelihara persatuan di antara sesama warga negara Indonesia di tanah rantau.

Sudah dua tahun ini KBRI melakukan rangkaian kegiatan Idul Fitri dan halal bihalal secara virtual. Namun, kegiatan secara virtual ini ternyata memberikan kesan mendalam bagi masyarakat. Jarak tidak lagi menjadi halangan untuk ikut, sehingga masyarakat yang berada jauh dari ibukota pun dapat turut bersilaturahmi.

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Argentina, Eva Leni mengutarakan rasa gembira karena bisa bertemu muka dengan yang lain, tetapi juga sedih karena tidak dapat merasakan hangatnya berpelukan apabila halal bihalal dilakukan secara langsung.

Dewi Daryana, diaspora Indonesia yang membuka usaha katering Indonesia juga berharap pandemi segera usai dan ini menjadi halal bihalal virtual terakhir yang dilakukan KBRI.

Acara halal bihalal virtual juga dihadirirohaniwan katolik yang ada di pelbagai penjuru Argentina. Pater Jou di Paraguay,Suster Xavery dan Lusia Onlet di Misiones, Argentina sampaikan ucapan selamat Idul Fitri bagi pemeluk muslim Indonesia di Argentina, Paraguay, dan Uruguay.Karena acara Idul Fitri juga bertepatan dengan hari raya Kenaikan Isa Almasih, hadirin pun turut mengucapkan selamat kepada mereka yang beragama Kristen dan Katolik.

“Di sinilah indahnya kerukunan antar umat beragama, dalam dua hari besar keagamaan yang dirayakan di hari yang sama, kedua umat saling ucapkan selamat dan mendoakan “ tutur M. Nuradi Akhsan, salah satu dari yang hadir.

Sementara itu, open house di Wisma Duta dilakukan terbatas untuk mereka yang ada di ibukota Buenos Aires.

Masing-masing keluarga dapat bertemu dengan Duta Besar, tetapi waktunya diatur dan dibatasi maksimal 15 menit. Hal ini agar sesuai dengan ketentuan Pemerintah setempat yang membatasi jumlah maksimal peserta kegiatan di dalam ruangan. Dalam open house terbatas tersebut, protokol kesehatan tetap diterapkan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan memeriksa suhu tubuh undangan sebelum masuk ke Wisma Duta.

Keluarga yang hadir di open house diberikan makanan khas hari raya, seperti lontong, opor, dan nastar. Bagi masyarakat Indonesia di Buenos Aires yang tidak hadir, makanan akan diantar ke rumah masing-masing.

“Sudah barang tentu makanan Indonesia ini menjadi pengobat rindu tanah air. Oleh karenanya dari tahun ke tahun saya selalu buatkan masakan Indonesia sebagai pengobat rasa rindu kampung halaman”, pungkas Duta Besar Niniek. (Uli)